Sekda Sebut Angka Kemiskinan di Batang Turun 2,11%

Menurut Nasikhin, penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Batang dipicu dengan beberapa program sosial yang digencarkan.

Sekda Sebut Angka Kemiskinan di Batang Turun 2,11%
Tribun Jateng/Dina Indriani
Sekretaris Daerah (Sekda) Batang, Nasikhin saat ditemui Rabu, (26/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dina Indriani

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Angka kemiskinan di Batang tahun ini turun hingga 2,11 persen.

Demikian dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Batang, Nasikhin, Rabu (26/12/2018).

Pernyataan itu menurut dia berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Batang.

"Data BPS yang saya terima, angka kemiskinan Kabupaten Batang sekarang ini 8,69 persen turun dari tahun 2017 yang mencapai 10,80 persen di bawah Provinsi Jawa Tengah dan Nasional," terang dia.

Menurut Nasikhin, penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Batang dipicu dengan beberapa program sosial yang digencarkan.

Di antaranya adalah Program Keluarga Harapan (PKH) dan juga program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH ).

"Kemiskinan ada standar inidikatornya, namun demikian penurunan ini diindikasikan keberhasilan Program Keluarga Harapan (PKH) karena sudah ada 250 peserta PKH yang meminta sendiri untuk di wisuda."

"Selain itu juga keberhasilan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH ) untuk meningkatkan kualitas rumah sehingga juga memicu penurunan kemiskinan di Batang," jelasnya.

Nasikhin menjelaskan berdasarkan basis data saat ini sudah ada 1.306 warga kurang mampu di Kabupaten Batang yang sudah menerima bantuan sosial Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

"Di Kabupaten Batang ada 50 ribu usulan rumah tidak layak huni, yang dalam tiga tahun ini sudah ada 5 ribu yang mendapatkan bantuan," ujarnya.

Adapun anggaran RTLH berasal dari APBD, bantuan Provinsi Jawa Tengah, dan APBN nilai anggarannya mencapai Rp 20 miliar.

"Jika sesuai standar masyarakat miskin untuk rehab rumahnya mencapai Rp 10 juta, tapi untuk bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bantuanya mencapai Rp 15 juta," ujarnya.

Disampaikannya juga, Pembangunan PLTU juga turut andil dalam penurunan angka kemiskinan karena ada penyerapan tenaga kerja yang cukup banyak sehingga menggerakan perekonomian untuk meningkatkan daya beli masyarakat. (*)

Penulis: dina indriani
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved