Warga Batang Yang Belum Rekam Data Kependudukan Tinggal 6%

Untuk bisa mencapai angka 100 persen Disdukcapil Batang memanfaatkan waktu yang tersisa dengan melakukan sosialisasi dan jemput bola.

Warga Batang Yang Belum Rekam Data Kependudukan Tinggal 6%
Tribun Jateng/Dina Indriani
Kepala Disdukcapil Kabupaten Batang, Abdul Rahman didampingi Kabid Pelayanan, dan Pendaftaran Penduduk Muhammad Sholeh berbincang dengan Bupati Batang, Wihaji, Kamis (27/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dina Indriani

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Batang, Abdul Rahman menyebut tingkat kesadaran masyarakat Batang untuk mengurus administrasi kependudukan di 2018 sudah mencapai 94 persen.

Menurutnya, tinggal 6 persen atau di 11 ribu penduduk yang belum melakukan perekamaan administrasi penduduk.

Untuk bisa mencapai angka 100 persen pihaknya memanfaatkan waktu yang tersisa dengan melakukan sosialisasi dan jemput bola.

"Ada sekitar 11 ribu penduduk yang belum melakukan perekaman, kita lakukan sosialisasi dan jemput bola ke desa."

"Hari ini kami juga launching Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA)," tuturnya.

Disampaikan, dengan adanya surat edaran Kementerian Dalam Negeri tentang data perekaman kependudukan yang akan diblokir pada 1 Januari 2019, Pemkab Batang melalui Disdukcapil terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar melakukan perekaman administrasi kependudukan.

"Sesuai perintah pemerintah pusat, kita terus sosialisasikan agar masyarakat bisa melakukan perekaman data."

"Walaupun diblokir tapi jika Januari 2019 mau mengurus data perekaman akan dibuka kembali," jelasnya.

Bupati Batang Wihaji mengatakan program GISA merupakan ikhtiar dari pemerintah pusat.

Menurutnya, Disdukcapil menjadi sumber data kependudukan yang relevan dimana data sebagai kekuatan untuk membangun Kabupaten Batang.

"Data Disdukcapil merupakan kekuatan sumber data."

"Kalau masyarakatnya sadar tidak hanya pemerintah saja dari desa hingga kabupaten memiliki data yang baik, maka sumber data ini jadi kekuatan kita membangun Kabupaten Batang," terang dia. (*)

Penulis: dina indriani
Editor: galih pujo asmoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved