PLN Targetkan Pemakaian Energi Baru Terbarukan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah 23% pada 2025

PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (UIDJTY) melakukan penandatanganan perjanjian jual beli tenaga listrik

PLN Targetkan Pemakaian Energi Baru Terbarukan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah 23% pada 2025
ISTIMEWA
PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (UIDJTY) melakukan penandatanganan perjanjian jual beli tenaga listrik 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bare Kingkin Kinamu
TRIBUNJATENG.COM, SURAKARTA - PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (UIDJTY) melakukan penandatanganan perjanjian jual beli tenaga listrik (Power Purchase Agreement/PPA) PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah) Surakarta dengan PT Solo Citra Metro Plasma Power di Loji Gandrung Surakarta, Jumat (28/12/2018).

PLTSa Surakarta menjadi pilot project dalam mengelola pembangkit dengan energy yang berasal dari sampah.

"Kami juga berharap project ini bisa berjalan dengan baik. Hampir dua tahun waktu yang dibutuhkan untuk dapat mengoperasikan pembangkit ini secara menyeluruh, satu setengah tahunnya merupakan proses pembangunan. Nantinya, jaringan akan ditarik sepanjang 6,5 km dari Gardu Induk Palur agar bisa didistribusikan ke seluruh masyarakat sekitar,” tutur Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah, Amir Rosyidin.

PLTSa Surakarta ini akan menjadi PLTSa pertama di Jawa Tengah dengan kapasitas daya sebesar 5 MW.

Ini merupakan wujud komitmen PLN terhadap penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT).

"Penandatanganan ini merupakan satu proses menuju energi terbarukan dengan target 23% pada 2025, namun saat ini baru capai 11%," imbuh penjelasan Amir.

Penggunaan EBT ini memanfaatkan komposisi sampah terakumulasi dari TPA Putri Cempo dengan total kebutuhan sampah sekitar 276 ton/hari.

Komposisi tersebut meliputi sampah baru yang diprioritaskan untuk diolah sebesar 200 ton/hari dan sampah lama dengan ketersediaan 1.800.000 ton hingga saat ini.

PT Solo Citra Metro Plasma Power juga menyiapkan fasilitas dan infrastruktur yang optimal.

Dalam kesempatan tersebut hadir General Manager PLN UIDJTY Agung Nugraha, Direktur Utama PT Solo Citra Metro Plasma Power Elan Syuherlan, Wali Kota Surakarta, F.X. Hadi Rudyatmo, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah Amir Rosyidin, Asisten Deputi Infrastruktur Pertambangan dan Energi dari Kemenko Kemaritiman Yudi Prabangkara, dan segenap jajaran dari berbagai instansi lainnya.

“Saat ini kita telah menyelesaikan salah satu langkah penting, langkah awal dari sekian panjangnya tahapan untuk menyelesaikan masalah lingkungan," jelas Asisten Deputi Infrastruktur Pertambangan dan Energi dari Kemenko Kemaritiman, Yudi Prabangkara.

Yudi  mengungkapkan program pengolahan sampah yang dapat menghasilkan energi merupakan satu dari 233 project nasional terkait lingkungan hidup.

Sebanyak 37 proyek terpilih sebagai proyek prioritas salah satunya adalah pengolahan sampah.

"Ini merupakan tugas bersama untuk membangun dan mengelolanya untuk dapat dijadikan energi berkelanjutan” tutup penjelasan Yudi Prabangkara. (Kin)

Penulis: Bare Kingkin Kinamu
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved