Ganjar Pranowo: Pembentukan Karakter yang Tangguh Lewat Pramuka

Gubernur Jawa Tengah menilai pembentukan karakter anak muda yang tangguh bisa dilakukan lewat Pramuka

Ganjar Pranowo: Pembentukan Karakter yang Tangguh Lewat Pramuka
Istimewa
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat hadir pada pembukaan¬†Workshop Pramuka Sako Sekawan Persada Nusantara Dewan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Jawa Tengah di komplek masjid Al Wali, Sabtu (29/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hermawan Endra Wijonarko

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menilai, pembentukan karakter anak muda yang tangguh bisa dilakukan lewat Pramuka. Sebab di dalamnya mengajarkan nilai-nilai kedisiplinan yang tinggi.

Apalagi saat ini tidak dipungkiri banyak kontraksi sosial politik dan lainnya yang dikhawatirkan merusak karakter anak muda. Sehingga kehadiran pramuka diharapkan bisa sebagai agen perubahan dan membangun karakter anak bangsa di tengah arus globalisasi dan perkembangan IT.

Hal itu dikatakan Ganjar seusai membuka Workshop Pramuka Sako Sekawan Persada Nusantara Dewan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Jawa Tengah di komplek masjid Al Wali, Sabtu (29/12/2018).

“Pramuka akan menjadi agen menyebarkan kebaikan dan membangun karakter anak bangsa. Sehingga mendorong budi pekerti misalnya menghormati orangtua, guru, dan pemimpin agar kemudian tidak terpecah belah oleh medsos yang tidak bisa dikontrol karena membully,” kata Ganjar.

Menurut Ganjar, kontribusi Pramuka pertama adalah takwa lewat agama, dan mengajarkan percaya diri. Selain itu Pramuka berkontribusi pada semua lini.

Misalnya tenaga, pikiran dan gerakan sosial, serta kepeduliannya pada lingkungan. Misalnya ikut menjaga kebersihan. Sehingga melibatkan anak anak muda untuk berperilaku positif.

“Bahkan kondisi saat ini yang cukup memprihatinkan, dalam penggunaan media sosial (medsos). Anak muda harus bijak, menyikapinya. Pramuka lewat disiplin bisa melakukan hal itu," jelasnya.

Senada Ketua LDII Jateng Prof Dr Singgih Tri Sulistiyono MHum mengatakan melalui gerakan Pramuka dalam membina generasi muda yang berahlakul kharimah terkait dengan pembentukan karakter.

"Gerakan Pramuka di Indonesia itu khas, lahir dalam proses. Gerakan kepanduan ini dari lnggris dibentuk oleh Boden Powel. Kemudian berkembang dari Belanda yang punya cabang di Indonesia,” katanya.

Gerakan kepanduan saat itu digunakan untuk gerakan nasional dan ada 100 organisasi kepanduan saat itu yang dalam perkembangannya hingga lahirlah Pramuka.

Sehinga Pramuka punya jiwa khas yang perlu dikembangkan, dan Pramuka bisa menjadi semangat dalam membangkitkan nasionalisme dii tengah era globalisasi.

"Maka pramuka perlu direvitalisasi lagi sebagai media untuk pendidikan karakter dan sebagai salah satu program LDII,” tambahnya.(*)

Penulis: hermawan Endra
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved