Pengemudi Tak Paham Jalan, Kontainer Tabrak Portal di Solo

Sang pengemudi, Ahmad Dhinari (22) menjelaskan kontainer yang dibawanya hendak menuju Grogol Sukoharjo dari Semarang/

Pengemudi Tak Paham Jalan, Kontainer Tabrak Portal di Solo
Tribunjateng.com/Akbar Hari Mukti
Truk kontainer menabrak portal pembatas ketinggian rel kereta api saat melintas di ruas jalan Ir Djuanda, Solo, Sabtu (29/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Sebuah truk kontainer menabrak portal pembatas ketinggian rel kereta api saat melintas di ruas jalan Ir Djuanda, Solo, Sabtu (29/12/2018).

Kontainer tersebut menabrak portal karena si pengemudi tak memahami jalan di Solo.

Akibatnya besi seberat 5 ton menimpa bagian kepala truk kontainer. Tetapi, nyawa pemegemudi dan kernet selamat.

Sang pengemudi, Ahmad Dhinari (22) menjelaskan kontainer yang dibawanya hendak menuju Grogol Sukoharjo dari Semarang.

"Kemarin lewat Tol, niatnya keluar lewat pintu Klodran, tapi karena malam saya Kebablasen, terus keluar lewat pintu tol kebakkramat. Biasanya lewat klodran terus masuk joglo, tembus panggung," ujarnya.

Karena tak melewati rute biasanya, ia pun mencari jalan pintas. Kontainer nopol H 1692 FA ini pun masuk ruas jalan Ir Juanda arah utara menuju selatan. Di kawasan itu ada portal tetapi ia merasa kendaraannya bisa melewatinya.

"Saya kira bisa, ternyata tidak. Saat melintas bagian bak nabrak portal, kemudian jatuh. Saya sama kernet langsung menunduk jadi aman," ujar dia.

Ahmad kemudian keluar dari kontainer dan melihat kepala truk ringsek. Ia meminta pertolingan warga setempat.

Setelah itu truk berhasil dievakuasi setelah batas ketinggian tersebut diangkut menggunakan alat berat.

Kanit Laka Satlantas Polresta Solo, Iptu Bambang Subekti menjelaskan pihaknya memprediksi sopir memacu kendaraanya dengan kecepatan tinggi.

"Selain jatuh, portal tersebut bergeser kedepan dari tumpuannya. Kita sudah mengukur tinggi bak truk dengan portal, batas portal 4,2 meter, sedangkan truk 4,4 meter," ujarnya.

Menurutnya saat dicek, SIM yang dimiliki Ahmad adalah B1. Padahal untuk mengemudi truk kontainer, SIM nya harus B2 umum.

"Pengemudi sementara kita tahan untuk diproses karena masalah administrasi. Sedangkan untuk kerugian akan diselesaikan secara internal antara pihak KAI dan pemilik truk," terangnya.

Sementara Kaur Jembatan Penyeberangan Kereta Api Daop VI Jogja, Subandi mengaku untuk sementara pihaknya pasang Portal yang ada di gudang sambil menunggu gantirugi dari perusahaan truk tersebut. (*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved