Tahanan di Rutan Solo Ricuh, Ada Massa Datangi Rutan

Keributan antar tahanan terjadi di Rutan Klas I Surakarta atau Rutan Solo, Sabtu (29/12/2018).

Tahanan di Rutan Solo Ricuh, Ada Massa Datangi Rutan
Tribun Solo
Sejumlah aparat keamanan menjaga ketat di depan Rutan Kelas I Solo, Sabtu (29/12/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Kericuhan antartahanan terjadi di Rutan Klas I Surakarta atau Rutan Solo, Sabtu (29/12/2018). Keributan terjadi di blok B rutan tersebut. Adapun pemicu keributan adalah kesalahpahaman hingga terjadi kontak fisik antar tahanan.

Kepala Rutan Solo Muhamad Ulin Nuha, mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 7 pagi tadi. Keributan terjadi, sesaat setelah blok dibuka. Meski begitu dirinya tak mau merinci lebih jauh apa kesalahpahaman yang dimaksud.

"Hanya salah paham. Ada kontak fisik yang terjadi, tetapi hanya senggol-senggolan saja. Belum ada pemukulan," terangnya.

Setelah ada salah paham tersebut, membuat ada sekelompok massa mendatangi rutan Solo, Sabtu pukul 13.00 siang tadi.

Ia menyatakan, massa yang datang ingin mengonfirmasi tentang keributan yang terjadi di Rutan Solo, sekaligus menanyakan apakah rekan mereka ada yang terlibat dan menjadi korban.

Lebih jauh ia menyatakan kondisi rutan yang dijejali tahanan hingga melebihi kapasitas menjadi salah satu penyebab mudahnya terjadi cekcok.

Ulin berjanji ke depannya akan tetap mengoptimalkan pengamanan.

"Mereka biasa di luar penjara. Kemudian masuk sini dengan kondisi penuh keterbatasan. Kondisi rutan juga overload, tentu semakin mudah terjadi gesekan," ungkap dia.

Adapun, pihak kepolisian dari Sabhara dan Brimob datang mengamankan rutan, termasuk menerjunkan kendaraan taktis di depan Rutan Solo.

Wakapolresta Solo AKBP Andy Rifai menyatakan para pihak yang terlibat cekcok langsung dimediasi saat itu juga.

"Kedua belah pihak sudah bikin surat pernyataan, kedua belah pihak untuk saling memaafkan dan tidak akan bertengkar lagi," terangnya.

Dirinya ingin masyarakat tak perlu terpengaruh atau terprovokasi dengan adanya keributan di Rutan Solo.

"Sudah dimediasi, sudah klir," jelas AKBP Andy Rifai. (Ahm)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved