Tak Kunjung Hamil Setelah Menikah, Begini Kata Dokter Kandungan dari SMC RS Telogorejo Semarang

Tak kunjung hamil meskipun telah rutin berhubungan seks dengan jadwal yang penuh perhitungan, dan tanpa alat kontrasepsi?

Tak Kunjung Hamil Setelah Menikah, Begini Kata Dokter Kandungan dari SMC RS Telogorejo Semarang
Thinkstockphotos
Ilustrasi hamil 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Faizal M Affan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tak kunjung hamil meskipun telah rutin berhubungan seks dengan jadwal yang penuh perhitungan, dan tanpa alat kontrasepsi?

Bagi pasangan yang telah menikah cukup lama, kondisi tersebut menimbulkan ketidaknyamanan, rasa minder, bahkan putus asa.

Menurut dr. Arie Sutanto Sp.OG (K), dokter kandungan subspesialis fertilitas dari SMC RS Telogorejo Semarang, Organisasi Kesehatan Dunia mencatat pada tahun 2002 ada lebih dari 186 juta perempuan di dunia yang pernah menikah pada usia reproduksi (15 hingga 49 tahun) tidak subur, karena fertilitas primer atau sekunder.

"Status tidak subur pada pasangan terjadi juga di Indonesia. Data dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI 2002-2003) menyebutkan 1,6% perempuan yang menikah mengalami masalah kesuburan. Meskipun tingkat infertilitas pada laki-laki lebih tinggi," tuturnya saat ditemui usai menjadi narasumber talkshow di SMC RS Telogorejo belum lama ini.

Ia melanjutkan, pada 2007, tercatat sebanyak 3,7% laki-laki yang menikah mengalami gangguan kesuburan. Tapi angka tersebut turun saat memasuki tahun 2012. Menjadi 1,2% untuk laki-laki dan 1,1% untuk perempuan.

"Ada banyak faktor infertilitas. Sebanyak 40% terkait faktor istri, 40% terkait faktor suami, 10% faktor gabungan suami istri, dan sisanya 10% yang sulit ditemukan indikasinya atau infertilitas idiopatik," paparnya.

Normalnya, perempuan usia 20 hingga 24 tahun mempunyai tingkat kesuburan paling tinggi mencapai 52%. Namun, jika usia pernikahan sudah mencapai dua tahun tetapi belum diberi momongan, tingkat keberhasilan untuk hamil hanya 5%.

"Tetapi ini hanya berdasarkan analisis medis. Karena terkadang banyak juga yang setelah 10 tahun menikah baru diberi momongan. Itulah mengapa tadi saya katakan ada 10% faktor infertilitas idiopatik yang sulit ditemukan indikasinya," jelasnya.

Kesuburan pada istri dan suami ada syaratnya. Bagi istri, pola menstruasi teratur antara 25 sampai 32 hari. Lalu, indung telur minimal satu dan mampu menghasilkan telur yang baik.

Halaman
12
Penulis: faisal affan
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved