Sepanjang 2018, Kantor Imigrasi Solo Deportasi 7 Warga Asing

"Mereka dideportasi dan langsung kita cekal selama 6 bulan pertama. Setelah itu mereka bisa mengajukan pencabutan di direktorat lagi," paparnya

Sepanjang 2018, Kantor Imigrasi Solo Deportasi 7 Warga Asing
Tribunjateng.com/Akbar Hari Mukti
Jumpa pers di kantor Imigrasi Solo, Karanganyar, Senin (31/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Selama 2018 ini Kantor Imigrasi Kelas I Surakarta deportasi 7 warga negara asing (WNA). Ketujuh WNA yang dideportasi ini tinggal di Solo Raya untuk berbisnis atau menikah dengan warga Indonesia.

Kasi Intelejen Penindakan Keimigrasian (Inteldakin) Kantor Imigrasi Surakarta, Sigit Wahjuniarto dalam jumpa pers di kantor setempat, Senin (31/12/2018) mengatakan semua WNA ini nyaris semuanya menyalahi izin tinggal di tanah air. Sigit menjelaskan mereka semua sudah dideportasi ke negaranya masing-masing, serta dicekal selama 6 bulan.

"Mereka dideportasi dan langsung kita cekal selama 6 bulan pertama. Setelah itu mereka bisa mengajukan pencabutan di direktorat lagi," paparnya.

Ia menilai ketujuh WNA ini di antaranya Su Yu No dari Taiwan, Kang Kiun Cap dari Korsel, Acep Sumarsono dari Belanda dan Sulaiman asal Malaysia.

Lalu juga Abdulah Manior, Rajinder Krisna dan Muhammad Haris asal India.

"Khusus Su Yu No, dia awalnya orang Indonesia. Mantan TKW, 10 tahun menghilang dan menikah dengan warga Taiwan. Kemudian berganti nama menjadi Su Yu No, pulang awal tahun 2018 dan overstay di rumahnya di Palur Karanganyar," ungkap Sigit.

Selain overstay, Sigit mengatakan Su Yu No juga mengalami gangguan kejiwaan. Ia telah dideportasi dengan dikawal keluarganya.

Lebih jauh ia mengatakan total warga asing di Solo Raya hingga saat ini mencapai 500 orang. Di antaranya sebagai mahasiswa maupun bekerja.

Jika dibandingkan tahun 2017, menurut Sigit ada penurunan drastis terkait deportasi warga asing.
Tahun lalu ada 30 orang. Di antaranya 27 orang berjenis kelamin laki-laki dan 3 perempuan.

"Mereka dideportasi karena overstay, menyalahi izin tinggal. Kasus penindakan terbanyak terjadi di Wonogiri," ujar dia. (*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved