Penjualan Terompet Sepi, Tomo Masih Coba Bertahan hingga Beberapa Hari Lagi

Beralaskan kardus, Tomo duduk sambil mengamati kendaraan yang berlalu-lalang di Jalan Rogowongso, Pati Kidul, tempatnya menunggu pembeli datang.

Penjualan Terompet Sepi, Tomo Masih Coba Bertahan hingga Beberapa Hari Lagi
Tribun Jateng/ Mazka Hauzan Naufal
Tomo menunggui lapak terompetnya di Jalan Rogowongso, Pati, Rabu (2/1/2019) siang.  

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mazka Hauzan Naufal

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Euforia perayaan malam tahun baru 2019 telah berlalu. Namun, Renaldi Sutomo yang akrab disapa Tomo (35) masih disibukan menjajakan barang dagangannya yakni terompet.

Di emperan sebuah toko bahan kue yang tutup, ia menjajakan dagangannya.

Beralaskan kardus, ia duduk sambil mengamati kendaraan yang berlalu-lalang di Jalan Rogowongso, Pati Kidul, tempatnya menunggu pembeli datang.

Tempatnya berjualan tak jauh dari Pasar Gowangsan, hanya sekira 70 meter.

"Saya sudah tujuh tahun berjualan terompet. Tahun ini paling sepi," ungkap Tomo kepada Tribunjateng.com, Rabu (2/1/2019) siang.

Narno Gadaikan BPKB untuk Jualan Terompet di Semarang, Tapi Omzet Sepi dan Sering Diusir Satpol PP

Pedagang Terompet di Demak Keluhkan Omzet Turun Drastis Tahun Ini

Pada hari biasa, Tomo yang berasal dari Desa Gajahmati, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, berjualan mainan anak-anak di Alun-Alun Kota Pati.

Hanya menjelang, ketika, dan setelah perayaan tahun baru ia berdagang terompet di Jalan Rogowongso.

Setiap hari, sejak ia mulai menggelar dagangan terompet pada November 2018, ia berjualan sejak pukul 06.00 WIB hingga 16.00.

"Jadwal saya selalu begitu, kecuali saat malam pergantian tahun. Ketika malam perayaan, selepas pukul 16.00 dagangan saya bawa ke alun-alun. Di sana saya berjualan sampai pukul 02.00 dini hari," terangnya.

Halaman
12
Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved