Bupati Asip Kholbihi : Pemkab Pekalongan Kembangkan Padi Varietas Inpari Sidenuk

Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengembangkan padi varietas Inpari Sidenuk yakni padi varietas unggul hasil pengembangan dari Badan Atom Nasional (BAT

Bupati Asip Kholbihi : Pemkab Pekalongan Kembangkan Padi Varietas Inpari Sidenuk
ISTIMEWA
Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengembangkan padi varietas Inpari Sidenuk yakni padi varietas unggul hasil pengembangan dari Badan Atom Nasional (BATAN) dan Kemenristek Dikti seluas 60 Hektar di Desa Kutorejo Kecamatan Kajen. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengembangkan padi varietas Inpari Sidenuk yakni padi varietas unggul hasil pengembangan dari Badan Atom Nasional (BATAN) dan Kemenristek Dikti seluas 60 Hektar di Desa Kutorejo Kecamatan Kajen.

"Varietas ini bisa menghasilkan padi 9 ton per hektar, bahkan bisa lebih karena di Desa Kutorejo Kecamatan Kajen ini tanahnya lebih subur, airnya terjaga dan dikelola oleh para petani yang handal," kata Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si., saat meninjau secara langsung ke lokasi persawahan di desa setempat, Kamis (3/1/2019) siang.

Ke depan, lanjut Asip, Inpari Sidenuk akan dikembangkan lebih luas lagi, yakni seluas 1000 hektar. Pihaknya optimistis hal itu bisa di wujudkan karena masyarakat sudah menanti dan sangat antusias untuk menanam padi jenis ini.

"Inpari Sidenuk merupakan karya terbaik bangsa dan padi ini kita tanam untuk menjaga stabilitas pangan dan menjaga agar Kabupaten Pekalongan tetap surplus beras dan menjadi daerah yang bisa berswasembada pangan," terangnya.

Bupati Asip optimistis dengan varietas ini dapat mencukupi kebutuhan perkapita beras di Kabupaten Pekalongan dan selebihnya bisa dibeli oleh pengusaha dari daerah lain.

"Saat ini Kabupaten Pekalongan sudah surplus beras sekitar 90 ribu ton, dengan Inpari Sidenuk kita optimis bisa surplus hingga 120 ribu ton per panen, sehingga Kota Santri tetap menjadi sentra pangan di Jateng," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan Ir. Siswanto menuturkan, varietas Inpari Sidenuk merupakan penelitian dari BATAN.

Hal itu, kata Siswanto, mengenalkan bahwa BATAN tidak hanya masalah nuklir, akan tetapi juga membuat sesuatu yang bermanfaat termasuk varietas padi ini.

"Inpari Sidenuk dikembangkan di 5 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, salah satunya di Kabupaten Pekalongan. Sebelumnya sudah di ujicoba di demplot Sragi dan setelah itu baru dikembangkan di demp area di Desa Kutorejo seluas 60 hektar," jelasnya.

Untuk perawatan sendiri, lanjut Siswanto, padi jenis Inpari Sidenuk tidak membutuhkan perlakuan khusus, akan tetapi mempunyai keunggulan yakni produksinya banyak, rasanya enak dan lebih tahan terhadap hama.

"Untuk iklim yang cocok bagi varietas padi ini antara 0-600 diatas permukaan laut, kalau diatas itu kurang cocok, dan alhamdulilah sampai sekarang tidak ada kendala berarti terutama terkait dengan hama," tandasnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)

Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved