Warga Desa Donowangun dan Kalirejo Kabupaten Pekalongan Geram Tanah Desanya Terus Dikeruk

Masyarakat di Desa Donowangun dan Kalirejo Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan geram lantaran kegiatan penambangan di wilayah sekitar desa.

Warga Desa Donowangun dan Kalirejo Kabupaten Pekalongan Geram Tanah Desanya Terus Dikeruk
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Bekas pengerjaan galian C di Desa Donowangun dan Kalirejo Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan, Jumat (4/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Masyarakat di Desa Donowangun dan Kalirejo Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan geram lantaran kegiatan penambangan di wilayah sekitar desa.

Bahkan, warga dari dua desa tersebut melaporkan kegiatan penambangan yang ada di sekitar desa kepada Pemerintah Provinsi Jateng, karena kekhawatiran semakin rusaknya alam sekitar.

Abaidillah (30) satu di antara warga Kalirejo menuturkan, galian C di desanya sudah dilakukan sejak dua tahun lalu. Yang menyebabkan alam sekitar rusak.

“Galian C harus segera dihentikan, karena kondisi alam sekain rusak. Jika alat berat beroprasi, baik sungai dan sumur warga jadi keruh,” jelasnya, Jumat (4/1/2018).

Bupati Asip Kholbihi : Pemkab Pekalongan Kembangkan Padi Varietas Inpari Sidenuk

Sementara itu, Waslan (51) warga Donowangun menerangkan, pihaknya sering beradu mulut dengan para pekerja galian C, yang tengah mengambil tanah di belakang rumahnya.

“Tidak hanya sekali saya beradu mulut dengan para pekerja, karena mereka sangat ngawur. Tidak hanya siang hari, tengah malam pun tetap menggali, getarannya sampai ke rumah penduduk,” katanya.

Jarak galian C yang lumayan dekat dengan pemukiman warga, dituturkan Waslan membuat khawatir jika terjadi lomgsor. Ditambah lagi musim hujan yang mengguyur setiap harinya.

“Kalau jaraknya sekirat 100 meter, tapi galian C membuat bukit ditempat kami hilang dan menyisakan jurang dengan sudut kemiringan 90 deraj. Kalau lingsor bagaimana, apa mereka mau ganti rugi,” tambahnya.

Tahun 2019, Tujuh Program Prioritas Yang Akan Dilakukan Pemkab Pekalongan

Adapun Koordinator Peduli Lingkungan Desa Donowangun dan Kalirejo, Sadiin menambahkan, izin dari galian C di kedua desa tersebut sudah habis masa berlakunya.

“Awalnya ada lima titik dengan izin dari Pemerintah Provinsi Jateng, luasnya per titik 5 hektar. Namun semakin kesini, diperlebar menjadi tujuh hektar, hingga ada 11 titik. Yang terbaru para pengembang mengajukan izin ke Gubernur 71 hektar di Donowangun. Ini artinya lahan desa kami akan habis dikeruk,” tegasnya.

Puhaknya sangat berharap pihak penambang yang awalnya PT Waskita dan diteruskan oleh PT Tirtayasa, dihentikan izinnya agar alam tidak semakin rusak.

“Awalnya untuk proyek jalan tol, kami juga tau kalau untuk kepentingan negara. Namun, proyek tol sudah selesai, tapi kenapa terus dikeruk tanah desa kami, kami sudah laporkan ke Pemerintah Provinsi Jateng agar ditindak lanjuti,” imbuhnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved