Dugaan Pungutan Air Minum Di SMAN 1 Kesesi Kabupaten Pekalongan, Sekolah Harus Minta Kesanggupan

Pihak SMAN 1 Kesesi Kabupaten Pekalongan diduga meminta pungutan air minum Rp 15.000 perorang untuk investasi.

Dugaan Pungutan Air Minum Di SMAN 1 Kesesi Kabupaten Pekalongan, Sekolah Harus Minta Kesanggupan
GOOGLE
Ilustrasi pungli 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATEN.COM, PEKALONGAN - Segala macam pungutan yang diberlakukan pihak sekolah secara periodik serta menyebut jumlah, dan memberatkan orang tua murid.

Ditegaskan Gunawan Sudarsono Bagian Pendidikan, Kesehatan dan Sosial Biro Kesra Setda Provinsi Jateng tidak diperbolehkan, Senin (7/1/2019).

Pihaknya menerangkan, pemaparan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Jika sumbangan untuk meningkatkan mutu pendidikan sekolah bisa diambil melalui dana BOS.

MIRIS! Ambil Jenazah Aa Jimmy Ada Pungutan Liar hingga Rp14,5 Juta, Said Bajuri : Mampusin Aja

“Walaupun dana BOS masih terbatas namun untuk sumbangan, wajib hukumnya melakukan koordinasi bersama orang tua murid. Hal tersebut untuk menentukan adanya sumbangan untuk membantu pihak sekolah yang belum terpenuhi lewat dana BOS,” ujarnya kepada Tribunjateng.com melalui sambungan telepon.

Gunawan menambahkan kejelasan akan pungutan yang memberatkan orang tua murid tidak diperkenankan.

Sumbangan dari masyarakat ke pihak sekolah tidak boleh digunakan untuk investasi.

Orang Tua Murid SMAN 1 Kesesi Protes Pungutan Rp 15 Ribu per Bulan untuk Air Minum, Ini Kata Sekolah

“Memang ada tiga biaya untuk menggerakan roda pendidikan, yaitu biaya operasional, investasi dan dispersonal. Hingga kini l, biaya investasi masih dilakukan pembahasan oleh pemerintah, kalau operasional bisa ditanggung dana BOS, sementara dipersonal bisa dibantu subsidi dari pemerintah bagi orang tua murid yang kurang mampu,” terangnya.

Jikapun pihak sekolah seperti di SMAN 1 Kesesi Kabupaten Pekalongan meminta iuran air minum untuk investasi.

Pihaknya menyarankan agar orang tua murid diajak dalam rapat pleno.

“Dan dalam rapat orang tua murid membuat surat kesanggupan atau tidak, jika tidak sanggup pihak sekolah tidak boleh memaksa. Apalagi mematok sejumlah uang,” tuturnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved