Modifikator Motor Custom: Ini Bukan Sepeda Motor Curian

Persoalan legalitas selama ini menjadi 'ganjalan' dalam dunia motor custom (modifikasi), baik bagi builder atau modifikator maupun pemilik kendaraan.

Modifikator Motor Custom: Ini Bukan Sepeda Motor Curian
ISTIMEWA
Honda Rebel custom classic bobber dari Origin8or Custom Cycles 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Persoalan legalitas selama ini menjadi 'ganjalan' dalam dunia motor custom (modifikasi), baik bagi builder atau modifikator maupun pemilik kendaraan.

Karena itu, para pemilik motor custom tak leluasa mengaspal, mengendarai kendaraan roda dua kebanggaan mereka di jalan raya.

"Legalitas memang jadi persoalan sejak dulu. Aspirasi kami, inginnya ya bisa diwadahi, legalitasnya, bisa diurus, karena ini bukan motor curian. Ini hasil karya dan kreativitas anak bangsa," kata seorang builder asal Semarang, Onny.

Diakui, para pelaku dunia custom bersedia membayar pajak, asal kendaraan yang dimiliki bisa diurus legalitasnya: bisa diterbitkan BPKB dan STNK.

"Kita ingin ini dibantu legalitasnya, gak masalah kalau ada ketentuan khusus, semisal dikenai pajak Rp 1000 per cc-nya, jadi kalau motor 1000 cc berarti kena pajak Rp1 juta," ucapnya.

Menurut Onny, akan lebih baik jika ke depan persoalan legalitas motor custom ini menjadi perhatian pemerintah, kepolisian, dan pihak terkait lainnya. Dikatakan, biar bagaimana pun dunia custom nggak ada matinya.

Penggemar Moge Modifikasi Belum Leluasa Mengaspal

"Idealnya memang disupport, dunia custom gak ada matinya. Ini soal imajinasi dan kreativitas. Kita juga gak ingin ada masalah di jalan, kita sudah bangun motor ini mahal-mahal, tak tahunya kita kena razia di jalan," tuturnya.

Senada diungkapkan oleh pemilik dan penikmat motor custom asal Demak, Dhony Anugrah Putra. Ia berharap, ada regulasi yang menaungi keberadaan motor custom, sehingga pemilik motor custom dapat mengaspal secara aman dan nyaman di jalan raya.

"Kalau di luar negeri, seperti ini diwadahi, di Amerika Serikat (AS) misalnya, di sana motor custom bisa dibikinkan STNK-nya," ucap Dhony.

Lantaran terkendala legalitas, ia pun tak berani menggunakan motor custom miliknya untuk harian. Menurutnya, motor kesayangannya dikendarai ketika ada acara kumpul-kumpul komunitas, atau ketika hendak touring ke luar kota secara bersama-sama.

Diakui, skinny chopper miliknya sama sekali tak dipasang plat nomor kendaraan. "Ya karena tak ada STNK-nya, ya mending tak dipasangi plat (nomor) sekalian. Kalau dipasangi plat palsu malah jadi masalah nanti," akunya. (tim)

Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved