Soal Motor Custom, Antropolog Undip: Ini Pengembangan Kendaraan Klasik

Cita rasa yang sudah mengkolektif ini, bisa diposisikan sebagai peluang bisnis baru memberi ruang bagi kemungkinan berkembangnya industri motor klasik

Soal Motor Custom, Antropolog Undip: Ini Pengembangan Kendaraan Klasik
tribunjateng/dok
Dosen Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Undip, DR Amirudin 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Perkembangan pemanfaatan sepeda motor memang beragam. Tergantung bagaimana seseorang menafsirkan pemanfaatan kuda besi itu sesuai peruntukannya.

Di masa modern, semula motor memang banyak dipakai dalam tafsir nilai guna (used value) sebagai moda transportasi saja. Tapi dalam evolusinya, saat manusia mengalami perkembangan peradaban cara berpikir, mereka mengalami kejenuhan dan stagnasi di masa modernitas.

Di situasi seperti itu orang pun mulai banyak yang menggeser tafsir pemanfaatan motor bukan saja sebagai moda transportasi, tapi juga sebagai fesyen, gaya hidup atau bahkan ekspresi cita rasa identitas atau nilai tanda (sign-value).

Penggemar Moge Modifikasi Belum Leluasa Mengaspal

Jadi terhadap pemanfaatan motor, orang menyematkan dua harapan kepemilikan sekaligus, yakni: kepemilikan motor sebagai materi yang berfungsi alat transportasi dan sekaligus cita rasa sebagai ekspresi identitas sosialnya.

Ironinya kejenuhan terhadap jenis-jenis motor modern tidak selamanya linear (maju ke depan), tetapi justru banyak yang cenderung kembali ke yang eklektis dalam menafsirkan penggunaan motor.

Sejumlah motor lama (klasik) seperti Chopper, Bopper, DKV, Norton ES2 500 cc yang dulu semula diperuntukkan untuk keperluan militer; sekarang banyak diminati sebagai bagian dari ekspresi identitas. Terlebih setelah Presiden Jokowi menunjukkan kegemarannya menaiki Chopper.

Adakah dampak positifnya? Pastinya ada. Cita rasa yang sudah mengkolektif ini, bisa diposisikan sebagai peluang bisnis baru yang memberi ruang bagi kemungkinan berkembangnya industri motor klasik.

Selain itu, fenomena ini bisa menjadi ajang berkembangnya kebudayaan pop yang eklektis yang jika diberi ruang maka bisa memberi kemanfaatan sosial, ekonomi, dan budaya.

Modifikator Motor Custom: Ini Bukan Sepeda Motor Curian

Dampak negatifnya, jika ekspresi gaya hidup yang eklektis ini tidak diimbangi dengan upaya penyediaan kanal-kanal keperluan teknis, teknologi, peralatan dan pasarnya.

Maka bukan tidak mungkin budaya kanibalisasi mesin-mesin motor bakal marak. Efek berikutnya, tradisi pencurian motor untuk keperluan itu jadi menguat.

Untuk menghindari efek negatif memang diperlukan pengaturan yang memadai. Karena kecintaan pada motor klasik telah membuncah, banyak massa pemiliknya, dan memiliki nilai ekonomi tinggi.(TRIBUN JATENG/CETAK/TIM)

Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved