Lepas dari PSSI, Bupati Banjarnegara Bagi-bagi Bola ke SSB

"Kemarin pak Bupati secara simbolis serahkan bantuan 20 bola untuk setiap klub di Banjarnegara," kata Wakil Manajer Persibara Banjarnegara Nurrohman

Lepas dari PSSI, Bupati Banjarnegara Bagi-bagi Bola ke SSB
Tribunjateng.com/Khoirul Muzaki
Atlet usia dini sedang berlatih di Banjarnegara 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Pembinaan atlet sepokbola level usia dini dan muda di Banjarnegara digenjot. Ini menyusul keputusan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono sekaligus mantan Ketua Askab PSSI Banjarnegara, serta mantan Manajer Timnas U 16 Putri Lasmi Indaryani yang keluar dari kepengurusan PSSI.

Mereka juga memutuskan tak akan mengikuti kegiatan yang diselenggarakan PSSI, termasuk kompetisi resmi sampai ada reformasi di tubuh PSSI.

Budhi pun fokus melakukan pembinaan atlet muda untuk memastikan kaderisasi tetap berjalan.

Baru-baru ini, Budhi membagikan bola ke klub atau SSB di Banjarnegara. Masing-masing klub atau SSB menerima 20 bola bantuan bupati Banjarnegara.

"Kemarin pak Bupati secara simbolis serahkan bantuan 20 bola untuk setiap klub di Banjarnegara," kata Wakil Manajer Persibara Banjarnegara Nurrohman

Hal tersebut, menurut dia, menunjukkan keseriusan bupati dalam memajukan persepakbolaan di Banjarnegara. Mundur dari kepengurusan PSSI bukan berarti mereka lepas tangan untuk memajukan olahraga daerah.

Lepas dari kegiatan PSSI justru disebutnya membawa dampak positif karena perhatian bisa dialihkan untuk pembinaan pemain usia dini yang selama ini kurang optimal.

Komitmen itu, kata dia, ditunjukkan dengan pembentukan SSB di seluruh wilayah Kabupaten Banjarnegara.

Sebanyak 39 SSB terbentuk yang tersebar di 20 kecamatan di Kabupaten Banjarnegara. Pertumbuhan SSB ini cukup menggembirakan. Menurut Nurrohman, jumlah ini bahkan naik 200 persen di banding tahun sebelumnya.

Dari SSB itu, diharapkan muncul bibit-bibit pemain baru yang handal dan mengharumkan nama daerah di kancah nasional.

Pihaknya juga akan menggiatkan kompetisi lokal semisal Piala Bupati, Piala Kapolres dan Piala Dandim untuk mengobati kerinduan pemain akan kompetisi resmi.

Banjarnegara telah melahirkan beberapa pemain profesional semisal Syahrian Abimanyu, dari Desa Purwareja Klampok Banjarnegara. Putra mantan asisten pelatih Timnas Indonesia, Rasiman itu berhasil menjadi pemain kunci di Timnas U 19. Ada juga Fany, kiper tim sepakbola PS Baranita yang direkrut Timnas Garuda Muda U 16 putri.

"Kami intensifkan pembinaan anak usia dini. Harapannya nanti tumbuh atlet nasional seperti Syahrian Abimanyu dan lainnya,"katanya. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved