Usai Jalani Sidang Komdis PSSI Selama 2 Jam, Ini Pernyataan Mantan Manajer Persibara Banjarnegara

Kuasa Hukum mantan manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani yakni Boyamin Saiman, membeberkan hasil Komisi Displin (Komdis) PSSI.

Usai Jalani Sidang Komdis PSSI Selama 2 Jam, Ini Pernyataan Mantan Manajer Persibara Banjarnegara
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKKI
mantan nanajer timnas u 16 putri Lasmi Indaryani 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kuasa Hukum mantan manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani yakni Boyamin Saiman, membeberkan hasil sidang Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang berlangsung hari Selasa (8/1/2019) ini.

Boyamin menyebutkan, jika sidang Komdis PSSI itu, dipimpin oleh Ketua, Asep Edwin, Wakil Ketua, Umar Husein, dan anggota Yusuf Bachtiar, dan dimulai tepat jam 14.00 sampai 17.00 WIB.

Adapun dalam berjalannya sidang tersebut, Lasmi memberikan semua kesaksian dan pernyataan selama dua jam, dan kemudian Komdis memperdalam materi soal hukum sepakbola, selama satu jam.

"Adapun, klien kami, Lasmi menyampaikan semua yang diketahuinya soal sepakbola, dan adanya dugaan pengaturan pertandingan sepak bola termasuk, dugaan permintaan/penyerahan uang kepada oknum yang terkait dengan pengaturan pertandingan sepakbola," katanya.

Komdis PSSI Sidang Lasmi Indaryani Terkait Borok Mafia Sepak Bola

Bahkan, Boyamin juga menegaskan, apa yang disampaikan Lasmi kliennya di sidang Komdis, sama dengan apa yang ia sampaikan ke Satgas Anti Mafia Bola bentukan Kapolri.

"Namun karena sifat sidang tertutup maka kami tidak berani membuka materi persidangan. Kami datang penuhi panggilan Komdis semata-mata menghormati lembaga Hukum PSSI, yaitu Komdis dan kami juga ingin membantu membersihkan sepakbola Indonesia dari permainan," bebernya.

Tidak hanya itu, Boyamin juga mengatakan Komdis akan memberikan reward dan punishment bagi siapapun yang terkait dengan sepakbola.

"Dalam persidangan tadi, kami juga mengajukan diri sebagai wishle blower yang akan dilindungi oleh Komdis karena berani membongkar aksi para mafia sepakbola. Kami juga tidak ingin mendapat sanksi dari Komdis, namun apapun resikonya, kami terima," ujarnya.

Hari Ini, Bendahara PSSI Berlinton Siahaan Dipanggil Satgas Antimafia Bola

Adapun Boyamin juga menyatakan kaitannya dengan Lasmi Indaryani, sebagai saksi kasus mafia bola di Polda Metrojaya, ia menyebut, Lasmi telah menjalani proses pemeriksaan sebagai saksi di Satgas Mafia Bola.

"Adapun termasuk bukti-bukti yang relevan seperti bukti transfer, dan screnshot pembicaran via pesan HP juga sudah kami sampaikan," sebutnya.

Selain itu, semua prosedur sudah dilakukan dan dilaksanakan, dimana Lasmi menjadi saksi, dan diperiksa sebagai saksi selama kurang lebih 1x24 jam tanggal 20 dan 21 Desember 2018.

"Saa ini dan saat pemeriksaan, kondisi klien kami meskipun lelah, klien kami sangat senang karena satgas bekerja dengan baik. Dan kami berharap bisa diselesaikan dan kami juga akan ikuti semua proses hukum yang berlaku," pungkasnya. (*)

Penulis: hesty imaniar
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved