Bupati Pekalongan Ajak Jaga Toleransi

Adanya perbedaan dan keberagaman di Kabupaten Pekalongan dapat menciptakan keharmonisan di Kabupaten Pekalongan sendiri.

Bupati Pekalongan Ajak Jaga Toleransi
ISTIMEWA
Bupati Pekalongan ASip Kholbihi pada acara natal bersama umat kristiani tahun 2018 di Gedung Pertemuan Umum Kajen baru baru ini (09/1) 

TRIBUNJATENG.COM - Adanya perbedaan dan keberagaman di Kabupaten Pekalongan dapat menciptakan keharmonisan di Kabupaten Pekalongan sendiri.

Oleh karena itu kita juga mengajak kepada umat kristiani di kabupaten Pekalongan untuk bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan serta rasa toleransi.

Hal tesebut disampaikan oleh Bupati Pekalongan ASip Kholbihi pada acara natal bersama umat kristiani tahun 2018 di Gedung Pertemuan Umum Kajen baru baru ini (09/1)

Menurutnya umat kristiani harus bisa merasakan suasana batin kita  untuk  bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena tinggal di Kabupaten Pekalongan yang aman ini.

Dan suasana aman ini tercipta karena adanya kerukunan antar umat beragama yang saling menghargai,menghormati dan saling bekerjasama sebagai sebuah keluarga besar di Kabupaten Pekalongan.

Karena kita adalah sebagai sebuah keluarga jika ada anggota keluarga yang merasakan senang kita pun harus turut merasa senang begitupun sebaliknya, jika ada anggota keluarga yang merasakan sedih kita pun harus ikut merasakam sedih sebagai sebuah keluarga besar.

Dengan adanya umat kristiani ini menunjukan adanya keberagaman di Kabupaten Pekalongan sebagai sebuah miniatur Bhineka Tunggal Ika yang merupakan dasar negara Indonesia.

Selanjutnya Bupati menuturkan rasa terimakasihnya kepada para pendeta yang telah mengajak umatnya untuk saling bergandengan tangan, bekerja sama, rukun dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan dari Pemkab Pekalongan.

Di antaranya kegiatan anak muda yaitu ' Gentong Hebat'. Menurut beliau pemuda-pemuda kristiani telah berpartisipadi dengan baik untuk membawa wajah baru Kabupaten Pekalongan menjadi lebih baik lagi.

Bupati menambahkan semoga cita-cita umat kristiani tercapai karena sikap individu untuk menjadi diri sendiri dan menjadi seorang pendeta itu pilihan yang dijalani dengan penuh keikhlasan dan tulus.

“Dan berdasarkan diskusi beliau dengan Bapak John selaku pendeta, beliau menyampaikan bahwa spirit kebersamaan ini harusnya dapat dielaborasikan oleh semua umat sesuai fungsinya masing- masing”terangnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved