Gua Jepang Kaliurang, Menyimpan Cerita Rahasia Tersembunyi di Lereng Gunung Merapi

Khususnya di Yogyakarta, ada beberapa peninggalan Gua Jepang, salah satunya ada di lereng selatan Gunung Merapi yaitu Goa Jepang Kaliurang.

Gua Jepang Kaliurang, Menyimpan Cerita Rahasia Tersembunyi di Lereng Gunung Merapi
Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya
Gua Jepang Kaliurang yang tersembunyi di tengah hutan lereng selatan Gunung Merapi 

TRIBUNJATENG.COM, SLEMAN – Jepang yang menjajah Indonesia sekitar 3,5 tahun ternyata juga menyisakan berbagai peninggalan sejarah. Salah satu yang paling banyak tersebar di Indonesia adalah gua.

Karena merupakan peninggalan masa penjajahan jepang, gua itu sekarang ini kerap disebut sebagai Gua Jepang.

Khususnya di Yogyakarta, ada beberapa peninggalan Gua Jepang, salah satunya ada di lereng selatan Gunung Merapi yaitu Goa Jepang Kaliurang.

Secara administratif, Gua Jepang yang satu ini berada di Kecamatan Kaliurang, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Menuju gua dapat ditempuh dari kawasan wisata alam Nirmolo.

Jarak tempuh dari Kota Yogyakarta sampai kawasan wisata alam itu adalah sekitar 27 kilometer dengan waktu tempuh kurang-lebih satu jam.

Nantinya seusai memarkir kendaraan dan membeli tiket masuk, perjalanan menuju Goa Jepang Kaliurang dilanjutkan dengan berjalan kaki. Waktu tempuh dari loket sampai lokasi gua adalah sekitar 45 menit.

Rute jalan setapak yang dilalui nantinya akan seperti pendakian gunung.

Meski demikian, kondisi rute cukup mudah untuk dilalui karena pihak pengelola dari Taman Nasional Gunung Merapi telah membangun jalan dari batu.

Nantinya di tengah jalan, akan ditemui Gua Jepang pertama berupa dua lubang untuk melihat dan mengarahkan senapan. Jalan setapak akan terus berlanjut. Beberapa saat melangkah, akan ditemui percabangan ke Bukit Plawangan.

Goa Jepang Kaliurang yang Pertama
Goa Jepang Kaliurang yang Pertama (Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya)

Ambil jalan yang ditunjukkan oleh plang penunjuk jalan menuju Goa Jepang. Rute jalan setapak masih sama seperti sebelumnya, yakni dari jalan berbatu.

Halaman
123
Editor: m nur huda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved