Sempat Tembus Pasar Internasional, Kerajinan Rotan Milik Ahmad Soleh Saat Ini Terancam Punah

Anyaman rotan hasil pengrajin asal Gunungpati, Kota Semarang ini diekspor hingga Australia.

Sempat Tembus Pasar Internasional, Kerajinan Rotan Milik Ahmad Soleh Saat Ini Terancam Punah
TRIBUN JATENG/M NAIFUL HARIS
Pengrajin rotan Ahmad Soleh (52) menganyam tas di sentra kerajinan rotan Kampung Krabatan, Pakintelan, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (9/1/2019). Selain Jawa dan Bali, hasil produksi kerajinan rotan perajin setempat juga diekspor ke Australia, Inggris, Korea Selatan, dan Jepang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nafiul Haris

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Hampir 22 tahun lebih, Ahmad Soleh (52) warga RT 01/RW 02 Kampung Krabatan, Kelurahan Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang mendirikan usaha kerajinan berbasis kayu rotan.

Ketika Tribunjateng.com menyambangi rumahnya ia tengah duduk santai di kursi rotan hasil buatannya.

Di dalam rumah tertata rapi aneka macam kerajinan rotan di atas rak lemari mulai berupa topi, boneka, keranjang, dan vas bunga.

Hari itu, dia baru saja selesai mengerjakan pesanan dari Australia.

"Saya sudah mulai usaha ini sejak tahun 1997. Tadi siang baru saja selesai mengerjakan pesanan dari luar negeri," katanya kepada Tribunjateng.com, Rabu (9/1/2019).

Bermula dari Hobi, Kini Bumerang Buatan Haryo Banyak Dicari Pembeli dari Luar Negeri

Namun, usaha yang digelutinya itu terancam mati.

Pasalnya, selain terkendala bahan baku berkurangnya jumlah pengrajin di kampungnya membuat dirinya kewalahan manakala pesanan meningkat.

Di luar itu katanya, peminatan masyarakat pada kerajinan berbahan rotan juga mulai berkurang.

"Saya berharap pemerintah membantu dalam promosinya sekarang. Itu saja," ungkapnya.

Halaman
123
Penulis: M Nafiul Haris
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved