Terkuak! Ternyata Begini Cara Kerja Mafia Bola Lakukan Suap ke Wasit

Satgas antimafia bola baru saja menetapkan satu lagi tersangka pengaturan skor, yakni seorang wasit bernama Nurul Safarid.

Terkuak! Ternyata Begini Cara Kerja Mafia Bola Lakukan Suap ke Wasit
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM - Satgas antimafia bola baru saja menetapkan satu lagi tersangka pengaturan skor, yakni seorang wasit bernama Nurul Safarid, pada Selasa (8/1/2019).

Dilansir dari Kompas, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyom menjelaskan mengapa Nurul Safarid bisa ditetapkan sebagai tersangka.

Persekabpas Pasuruan Minta Satgas Antimafia Bola Tindak Tegas Persibara Banjarnegara

“Sudah ditahan oleh satgas antimafia bola. Kenapa? Karena mendasari hasil pemeriksaan tersangka yang sudah ditetapkan terlebih dulu, tersangka tersebut sudah menyampaikan di dalam keterangannya atas nama Mbah Pri (komisi wasit, Priyanto), JL (Komite Exco PSSI, Johar Ling Eng), dan Mbah Putih (anggota Komisi Disiplin PSSI, Dwi Irianto alias Mbah Putih),” ujar Dedi.

Nurul diduga menerima uang Rp45 juta dari mantan anggota komisi wasit, Priyanto untuk memenangkan Persibara Banjarnegara di kompetisi Liga 3.

Cara kerja mafia bola dalam melakukan suap kepada wasit pun terungkap.

Dedi menjelaskan, sebelum memimpin pertandingan, Nurul melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak, yakni Priyanto (mantan komisi wasit), Johar Lin Eng (anggota Komite Eksekutif  PSSI), Dwi Irianto alias Mbah Putih (anggota Komisi Disiplin PSSI), Anik Yuni Artika Sari, dua asisten wasit, wasit Chalid Hariyanto, serta pengamat pertandingan.

Pertemuan itu membahas tentang cara untuk memenangkan Persibara melawan PS Pasuruan.

Kemudian tersangka Priyanto memberikan uang kepada wasit Nurul sebesar Rp45 juta.

Rinciannya Rp30 juta diberikan secara tunai di Hotel Central, kemudian sisanya diserahkan secara bertahap oleh Mbah Putihsebesar Rp10 juta secara tunai.

Tiru Thailand, Liga Vietnam Bakal Pakai VAR. Kapan Liga Indonesia Menyusul?

Yang terakhir setelah pertandingan, Mbah Putih memberikan Rp5 juta yang dikirim melalui transfer via rekening kepada tersangka Nurul.

Dalam pertandingan Liga 3 tersebut, akhirnya Persibara berhasil menang atas PS Pasuruhan dengan skor 2-0. (*)

Editor: suharno
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved