Ratusan Siswa SMK Pelayaran Wira Samudera Semarang Unjukrasa Meminta Kejelasan Nasibnya

Ratusan pelajar SMK Pelayaran Wira SamuderaSemarang berdemo untuk meminta kejelasan nasibnya masa depannya setelah ruang laboratorium dibongkar

Ratusan Siswa SMK Pelayaran Wira Samudera Semarang Unjukrasa Meminta Kejelasan Nasibnya
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Siswa SMK Pelayaran Wira Samudera. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hermawan Handaka

TRIBUNJATENG.COM --Ratusan pelajar SMK  Pelayaran Wira Samudera Semarang berdemo untuk meminta kejelasan nasibnya masa depannya setelah ruang laboratorium dibongkar.

Karena fasilitas yang minim, mereka khawatir tidak bisa mengikuti ujian dengan baik.

Ketakutan para siswa adalah tidak bisa mengikuti ujian untuk mendapat ijazah ANT dan ATT atau kelautan sebagai syarat bekerja di bidang pelayaran dan kelautan.

Siswa SMK YPP Semarang
Siswa SMK YPP Semarang (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)

Padahal syarat utama mengikuti ujian itu adalah fasilitas sekolah harus lengkap dan setiap tahun diaudit dari dinas terkait.

"Kalau approval (persetujuan penyelenggaraan ujian ijazah AMT) dicabut, maka kami tidak bisa ikut ujian. Kami cuma dapat ijazah SMK. Sedang kalau ikut ujian di luar pasti biayanya mahal," ujarnya.

Pantauan Tribun Jateng, ada suasana haru dan hujan air mata terlihat ketika seorang pelajar  SMK Pelayaran Wira Samudera Semarang berdiri dan berorasi di hadapan ratusan pelajar.

" Tolong kembalikan masa depan kami, kami ingin tetap sekolah, kami ingin ujian dan kami ingin pulang membawa ijazah." ujarnya.

"Kami hanya ingin membuat orang tua kami bangga, orangtua kami udah kerja mati-matian dengan menjual tanah, menjadi buruh hanya untuk kami bisa melihat anaknya sukses, harapan mereka besar.

Ratusan Siswa SMK YPP Semarang Menangis Meminta Kejelasan Nasibnya
Ratusan Siswa SMK Pelayaran Wira Samudera  Menangis Meminta Kejelasan Nasibnya (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)

Lihat ini kawan kita, dia hanya makan sehari, satu bulan cuma mendapat kiriman 100 ribu, liatlah badannya kurus, dia adalah anak seorang petani tembakau.

Saya pernah bermain kerumahnya di sana dia hidup sederhana dengan baju lusuh.

Halaman
12
Penulis: Hermawan Handaka
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved