Ribuan Santri Komunitas Zahir Mania Bershalawat di Lapangan Tarub Subah, Batang

Ribuan Santri dari komunitas Zahir Mania berbagai penjuru memadati Lapangan Tarup Desa Subah, Rabu (9/1/2019) malam

Ribuan Santri Komunitas Zahir Mania  Bershalawat di Lapangan Tarub Subah, Batang
Istimewa
Ribuan Santri dari komunitas Zahir Mania berbagai penjuru memadati Lapangan Tarup Desa Subah, Rabu (9/1/2019) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dina Indriani

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Ribuan Santri dari komunitas Zahir Mania berbagai penjuru memadati Lapangan Tarup Desa Subah, Rabu (9/1/2019) malam.

Mereka bersama-sama menggemakan lantunan Shalawat Nabi dan ayat-ayat Al- Quran.

Tidak hanya melantunkan sholawat Nabi dengan duduk rapi, tapi berbagai atribut bendera komunitas pecinta sholawat mereka kibarkan.

Dalam rilis tertulis kegiatan Bershalawat tersebut dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW 1440H dengan pembicara Habib Lutfi Bin Ali Bin Yahya, Habib Ali Assegaf dan KH. Abdul Khalif Magrufi.

Wakil Bupati Batang Suyono yang hadir bersama-sama Ketua DPRD Kabupaten Batang Teguh R dan anggota Forkopimcam menyampaikan kegiatan seperti ini sangat menginspirasi untuk selalu berdoa agar diberikan keberkahan, kemuliaan, kesejahteraan untuk tetap menjalankan ibadah.

"Saya selalu selaku Wakil Kepala Daerah sangat mengapresiasi Shalawatan, dengan bersholawat kita akan mendapatkan dan kemuliaan," tutur Suyono.

Menurutnya, dengan semakin banyak beribadah atau melakukan hal-hal islami maka dapat menjauhkan diri kepada hal yang negatif seperti pergaulan bebas, free sex, miras, dan narkoba.

Dari pada melakukaan hal-hal yang tidak jelas tidak bermanfaat yang hanya akan merugikan diri mending shalawatan.

"Saya sangat bangga dengan acara-acara pengajian dan sholawatan seperti ini. Ini sangat baik, tidak hanya hubungan kita dengan Allah tetapi juga dengan sesama kita. Dengan Sholawatan bersama akan membangun silaturmi sesama umat muslim," imbuhnya.

Tak hanya itu, dikatakan Suyono lewat acara seperti ini juga bisa menjauhkan bangsa kita dari berbagai bencana alam dan dapat memakmurkan bangsa Indonesia pada umumnya dan Kabupaten Batang khususnya.

Ia juga menyampaikan, sebagai generasi muda IPNU dan IPPNU harus dapat meneruskan apa yang menjadi cita-cita para pemimpin bangsa para ulama jangan sampai menjadi penikmat apa yang telah diperjuangan oleh para ulama.

"Aset terbesar suatu bangsa adalah generasi penerus, sehingga dibutuhkan para generasi penerus yang memiliki bakat kemampuan dan sifat yang baik guna memakmurkan bangsa ini," pungkasnya. (*)

Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved