Lantai Dua Pasar Barito Baru Semarang Masih Kosong, Ini Komentar Kepala Dinas Perdagangan

Hampir seluruh kios di lantai dua Pasar Barito Baru Penggaron belum diisi pedagang.

Lantai Dua Pasar Barito Baru Semarang Masih Kosong, Ini Komentar Kepala Dinas Perdagangan
TRIBUN JATENG/JAMAL A NASHR
lantai dua Pasar Barito Baru Penggaron Kota Semarang belum ditempati pedagang, Jumat (11/1) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Jamal A Nashr

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Lantai dua Pasar Barito Baru Penggaron masih kosong. Hampir seluruh kios di lantai dua pasar yang berada di belakang Swalayan Giant tersebut belum diisi pedagang.

Pasar ini merupakan lokasi relokasi pedagang yang dulu menempati bantaran Sungai Banjir Kanal Timur (BKT). Mereka harus direlokasi karena adanya normalisasi sungai BKT.

"Hampir 25 persen kios di sini belum diisi pedagang. Padahal di sini lumayan ramai pembeli, apalagi kalau sudah ditempati semua kiosnya," sebut Shoim, Ketua Kelompok Satu Pedagang Pasar Barito, Jumat (11/1).

Ia menuturkan, kios-kios yang kini belum digunakan sebagian telah dimiliki pedagang. Sementara, beberapa lainnya kosong karena memang tak bertuan.

"Mungkin masih belum yakin kalau di sini bakal ramai atau memang punya modal dan beli toko di dekat tempat yang lama," katanya.

Menurutnya, para pedagang harus menyadari bahwa kios di Pasar Barito Baru ini secara cuma-cuma disediakan oleh pemerintah. Sehingga harus dimanfaatkan untuk berjualan.

"Kalau ramai atau tidak itu tergantung penjual dan pembeli. Kalau penjual sudah buka di sini semua, saya kira akan lebih ramai," ucapnya.

Berdasarkan pengalamannya berjualan di Pasar Barito Baru selama delapan bulan terakhir, ia mengaku lebih ramai pembeli dibandingkan di tempat lama.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto menjelaskan, lantai dua Pasar Barito Baru yang masih kosong diperuntukkan penjual kuliner.

"Sudah kami berikan surat teguran pertama, Februari harus sudah terisi. Apabila tidak maka akan kami serahkan ke orang lain. Di sana banyak yang berminat," kata Fajar.

Ia mengakui, saat ini baru sekitar 700 pedagang yang menempati Pasar Barito Baru dari kapasitas total 1000 pedagang. "Pedagang masih menunggu ramai," ujarnya. (*)

Penulis: Jamal A. Nashr
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved