Musim Angin Barat, Hasil Tangkapan Nelayan Cilacap Menurun

Menurut dia, nilai hasil tangkapan tahun ini mengalami penurunan sejak Oktober 2018, awal musim penghujan

Musim Angin Barat, Hasil Tangkapan Nelayan Cilacap Menurun
Tribunjateng.com/Khoirul Muzaki
Nelayan berangkat melaut di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Musim angin baratan memengaruhi aktivitas nelayan di pantai selatan Cilacap. Hasil tangkapan nelayan pun menurun seiring datangnya musim angin barat.

Ketua Koperasi Usaha Desa (KUD) Mino Saroyo membandingkan, pada September 2018, hasil tangkapan nelayan masih bernilai sekitar Rp 16 miliar lebih. Namun hasil tangkapan menurun menjadi hanya bernilai kisaran Rp 7 miliar pada Desember 2018.

Untuk diketahui, KUD Mino Saroyo Cilacap mengelola sembilan Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Nilai lelang ikan terus meningkat. Pada 2017, hasil tangkapan nelayan bernilai Rp 75 miliar lebih per tahun.

Menurut dia, nilai hasil tangkapan tahun ini mengalami penurunan sejak Oktober 2018, awal musim penghujan.

Hasil tangkapan terus menurun seiring semakin meningkatnya curah hujan. Memasuki Desember, penurunan itu cukup signifikan bersamaan dengan datangnya musim angin barat.

“September hasil tangkapan bernilai Rp 16 miliar. Desember Rp 7 miliar,” katanya

Penurunan hasil tangkapan itu dipicicu gelombang tinggi kerap terjadi di perairan selatan selatan Jawa pada umumnya.

Gelombang tinggi bukan satu-satunya hambatan nelayan untuk melaut.
Saat ini bersamaan dengan puncak musim penghujan sehingga sering turun hujan lebat disertai badai.

Cuaca buruk ini turut menyiutkan nyali nelayan yang hendak mengarungi samudera. Nelayan pun jadi sering libur melaut pada musim angin barat.

Dari pengalaman tahun lalu, penurunan hasil tangkapan diperkirakan terjadi sampai bulan Februari saat puncak musim angin barat.

Hampir semua nelayan berperahu kecil libur melaut karena kondisi gelombang laut.

Musim angin barat diperkirakan berakhir pada Maret. Setelah itu, sekitar April, hasil tangkapan diperkirakan akan membaik sampai kondisi normal pada Juni atau Juli, bersamaan tibanya musim angin timur. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved