OPINI Paulus Mujiran: Debat Capres Bukan Adu Retorika

Debat calon presiden-calon wakil presiden menjadi tradisi politik baru dalam mengampanyekan visi program kepada konstituen.

OPINI Paulus Mujiran: Debat Capres Bukan Adu Retorika
Tribun Jateng
Paulus Mujiran 

Oleh: Paulus Mujiran

Alumnus Pascasarjana Undip Semarang

Debat calon presiden-calon wakil presiden menjadi tradisi politik baru dalam mengampanyekan visi program kepada konstituen. Di era transparansi ini, debat capres-cawapres diperlukan untuk memperkenalkan visi dan gagasan jika terpilih kelak.

Ini juga menolong rakyat agar tidak terjebak dalam memilih pemimpin, seperti membeli kucing dalam karung. Bagi rakyat yang jauh dari pusat kekuasaan, penampilan capres-cawapres dalam debat dapat dijadikan ajang perkenalan sekaligus penilaian. Apalagi, dalam pemilihan langsung sekarang ini.

Debat publik capres-cawapres telah menjadi kebiasaan di berbagai negara untuk mendekatkan rakyat kepada calon pemimpin. Dengan demikian, rakyat akan memilih sosok yang tepat mengisi jabatan itu on the right man on the right place. 

Lewat mekanisme kampanye konvensional terbukti rakyat kurang mengenal pemimpin yang hendak diusung dalam pemilu. Dan, ketika terbukti pemimpin terpilih tidak mampu bekerja untuk rakyat atau berkinerja mengecewakan, rakyat tidak mampu berbuat apa-apa.

Debat capres-cawapres yang dikemas secara baik juga meningkatkan partisipasi pemilih dan menekan angka golput. Pesona pemilihan akan nampak dalam debat sehingga rakyat berbondong-bondong datang ke tempat pemungutan suara (TPS). Tradisi politik dengan debat ini membantu publik menilai calon pemimpin.

Di era demokratisasi sekarang ini, rakyat perlu tahu kualitas pemimpin. Rakyat tidak bisa lagi dibodohi. Dari penyampaian program dan cara menjawab pertanyaan lawan debat, akan terlihat kemampuan calon pemimpin membahasakan visi dan misi mereka dalam kerja nyata.

Debat capres makin menjadi kebutuhan karena dapat dipergunakan mengukur kualitas kapabilitas kepemimpinan seseorang. Sepekan menjelang pelaksanaan debat, terdapat beberapa catatan penting yang perlu dieksplore, baik menyangkut kemasan debat mapun cara capres-cawapres memaparkan materi debat.

Hari-hari ini, media massa mendiskusikan format debat yang akan dilaksanakan pada 17 Januari 2019 mendatang. Secara substansi, acara debat yang digelar kali ini memang berbeda dari debat-debat sebelumnya yang menghadirkan panelis dari berbagai bidang keahlian.

Halaman
123
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved