Pasien BPJS Hanya Bisa Naik Satu Kelas

Permenkes itu menetapkan pasien BPJS Kesehatan dapat naik kelas maksimal 1 tingkat di atas hak kelasnya.

Pasien BPJS Hanya Bisa Naik Satu Kelas
Tribun Jateng/Rifqi Gozali
Direktur RS Mardi Rahayu Kudus, Pujianto 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 51 Tahun 2018 tentang pengenaan urun biaya menetapkan ketentuan baru mengenai naik kelas dan biaya yang harus dibayar pasien BPJS Kesehatan.

Permenkes itu menetapkan pasien BPJS Kesehatan dapat naik kelas maksimal 1 tingkat di atas hak kelasnya.

Dengan demikian, pasien dengan hak kelas 3 maksimal naik ke kelas 2, pasien dengan hak kelas 2 maksimal naik ke kelas 1, dan pasien dengan hak kelas 1 maksimal naik ke kelas VIP.

RS Mardi Rahayu Kudus akan menerapkannya mulai Senin 14 Januari 2019.

Demikian dikatakan Direktur Utama RS Mardi Rahayu, Pujianto.

“Kami siap mendukung pelaksanaan Permenkes Nomor 51 Tahun 2018 yang sangat melindungi hak pasien BPJS Kesehatan."

"Pelaksanaan Permenkes ini juga baik untuk rumah sakit karena rumah sakit akan terhindar dari kesan “memaksa” pasien BPJS Kesehatan untuk naik kelas untuk  keuntungannya sendiri seperti yang kadang masih muncul di persepsi sebagian masyarakat,” kata Pujianto saat ditemui, Jumat (11/1/2019).

Namun, lanjutnya, tidak menutup kemungkinan pelaksanaan Permenkes tersebut jadi tantangan yang tidak mudah bagi rumah sakit.

Terutama dalam mengatur penggunaan tempat tidur yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan pasien.

“Komposisi kelas perawatan terkait dengan perizinan rumah sakit sehingga tidak dapat diubah dengan mudah."

"Namun, kami berkomitmen untuk tetap menyediakan kamar di RS Mardi Rahayu bagi semua pasien yang membutuhkan,” lanjutnya.

Di mencontohkan, pada peraturan sebelumnya yang termaktub dalam Permenkes Nomor 4 Tahun 2017 pihaknya telah melaksanakannya dengan komitmen kamar tersedia tanpa tambah biaya yang sudah dilaksanakan.

Hal itu untuk menyediakan kamar bagi pasien BPJS Kesehatan yang menghendaki rawat inap sesuai hak kelasnya namun tidak mendapat kamar dengan penempatan sementara sampai maksimal di kelas VIP. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved