Sepanjang 2018, Kemenkumham Jateng Tampung 103 Imigran. Terbanyak dari Afganistan

Setidaknya ada 103 pengungsi dari beberapa negara, di Divisi Imigrasi Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Jateng, sepanjang tahun 2018 lalu.

Sepanjang 2018, Kemenkumham Jateng Tampung 103 Imigran. Terbanyak dari Afganistan
epa
Kapal pengangkut imigran miring nyaris tenggelam di Laut Mediterania 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Setidaknya ada 103 pengungsi dari beberapa negara, di Divisi Imigrasi Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Jateng, sepanjang tahun 2018 lalu.

Pengungsi asal Afganistan merupakan pengungsi paling banyak, dengan jumlah 67 orang, Somalia 26 orang, Sri Lanka 3 orang, Taiwan 2 orang, dan Myanmar 6 orang.

Disebutkan oleh Kepala Divisi Imigrasi Kemenkumham Jateng, Ramli HS, bahwa jumlah tersebut belum semuanya.

"Ada juga dari Timor Leste, Irak, Lesotho, dan India, masing-masing satu orang. Dan pengungsi itu, lima di antaranya berada di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Semarang," katanya, Jumat (11/1/2019).

Berbekal Ancaman Sebarkan Foto Syur, Kuli Bangunan Cabuli Anak SMA di Suruh Kabupaten Semarang

Tidak hanya itu, Ramli juga menyebutkan, ada 92 orang sudah diindahkan ke Rudenim. Karena, mayoritas pengungsi yang ditampung adalah keluarga.

"Kenapa keluarga, karena memudahkan kami dalam melakukan pendataan. Selain pengungsi itu, kami juga menerima imigran ilegal, yang berasal dari Taiwan dan Lesotho, Timor Leste, serta India," bebernya.

Adapun, pengungsi sebagai pelaku pelanggaran Peraturan Keimigrasian, atau imigratoir yakni ada 5 pengungsi. Semuanya saat ini tengah ada di proses deportasi.

"Imigran ilegal tidak bisa dibatasi waktu dan tidak bisa dideportasi begitu saja, karena menyangkut kemanusiaan dan peran pemerintah dalam memfasilitasi," ujarnya.

Saat Beristirahat dan Isap Rokok, Petani di Kudus Ini Tiba-tiba Pingsan Karena Keracunan

Adapun sebutnya, bahwa, Divisi Imigraasi memiliki bagian penerbitan perizinan keimigrasian bagi warga negara asing (WNA).

Izin tersebut, berupa izin tinggal kunjungan, izin tinggal terbatas, izin tinggal tetap hingga penerbitan surat keterangan imigrasi (SKIM).

"SKIM merupakan salah satu dokumen utama yang harus dimiliki oleh WNA yang ingin menjadi warga negara Indonesia (WNI) dan pada 2018 kami telah mengeluarkan 3 SKIM, sedangkan tahun sebelumnya tercatat 22 SKIM diterbitkan," katanya. (*)

Penulis: hesty imaniar
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved