‎Era Industri 4.0, Kapendam IV/Diponegoro: ‎Personel Harus Punya Skill dan Speed untuk Tangkal Hoax

Selain itu, kecepatan (speed) sangat diperlukan untuk menanggkal hoax yang ditimbulkan oleh pihak-pihak tertentu

‎Era Industri 4.0, Kapendam IV/Diponegoro: ‎Personel Harus Punya Skill dan Speed untuk Tangkal Hoax
Istimewa
‎Era Industri 4.0, Kapendam IV/Diponegoro: ‎Personel Harus Punya Skill dan Speed untuk Tangkal Hoax 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - ‎Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IV/Diponegoro, Kolonel Arh Zaenudin, mengatakan era Industri 4.0 merupakan suatu keniscayaan, di mana perkembangan teknologi informasi dan derasnya arus globalisasi tak mungkin untuk dibendung.

Karena itu, menurutnya, hakikat ancamanpun semakin dinamis dan kompleks.

"Sebab itu, bebagai pelaku dan pengguna teknologi harus memiliki kkill (kemampuan) dan speed (kecepatan) agar dapat mengikuti sekaligus memanfaatkan perkembangan teknologi tersebut, untuk membantu memperudah pelaksanaan tugas, termasuk para personel Pendam IV/Diponegoro," katanya, dalam keterangan tertulis, Sabtu (1‎2/1).

Disampaikan lebih lanjut, jaringan komunikasi yang sudah tergelar dan terbuka lebar harus bisa diberdayakan secara maksimal. Sehingga dapat memperpendek jaraj, ruang dan waktu.

"Para personel penerangan harus bisa menggunakan kecerdasan, intelegensi dan emosionalnya, serta memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk mendukung tugas pokok. Terlebih Pendam merupakan corong Kodam dalam menyampaikan informasi kepada prajurit, kepada masyarakat luas. Sehingga informasi yang disajikan selalu valid dan uptodate, serta menangkal hoax yang marak disebarkan orang tak bertanggungjawab," ujarnya.

‎Lulusan Akmil 1996 itu, menambahkan kemampuan (skill) harus terus diasah dan ditingkatkan khususnya dalam hal penguasaan IT (Information Technology). Pendam dalam melaksanakan tugasnya tidak tidak bisa dipisahkan dengan teknologi informasi, mulai dari proses peliputan, publikasi dan dokumentasi.

Harus disadari, bahwa melalui teknologi informasilah kita dapat menyajikan informasi yang valid, uptodate sekaligus dapat monitor dan menangkal berita yang tidak benar (hoax).

“Bagaimana mungkin kita bisa menyajikan informasi yang valid dan uptodate serta dapat menangkal berita hoax kalau kita sendiri tidak mampu menggunakan teknologi informasi," tandas Kapendam.

Selain itu, kecepatan (speed) sangat diperlukan untuk menanggkal hoax yang ditimbulkan oleh pihak-pihak tertentu agar tidak terlanjur menjadi opini yang mengakar di benak masyarakat.

“Jangan sampai terjadi hipperrealitas, di mana kebenaran hox diatas kebenaran realita. Insan penerangan harus bisa menangkal HOAX dengan memberikan informasi melalui peberitaan yang didasari oleh data dan fakta secara cepat," tandasnya. (*)

Penulis: yayan isro roziki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved