Airport Corner

Penambahan Jadwal Terbang ke Karimunjawa Terkendala Jumlah Penumpang

Kepala Bandara Dewadaru, Karimunjawa, Yoga Komala, menyebut, penambahan frekuensi penerbangan ke Karimunjawa terkendala.

Penambahan Jadwal Terbang ke Karimunjawa Terkendala Jumlah Penumpang
tribunjateng/rahdyan trijoko pamungkas
Kondisi apron bandara Dewadaru hanya bisa memuat dua pesawat yakni berjenis ATR 72-600 milik Wings air , dan pesawat perintis milik Airfast 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Kepala Bandara Dewadaru, Karimunjawa, Yoga Komala, menyebut, penambahan frekuensi penerbangan ke Karimunjawa terkendala.

Menurutnya, banyak maskapai berpikir ulang membuka atau menambah penerbangan lantaran rute ke Karimunjawa hanya ramai saat liburan.

"Kendalannya, Bandara Dewadaru hanya ramai saat libur. Tentu, ini kontradiktif dengan upaya penambahan frekuensi penerbangan. Tapi, kami akan mengupayakan," kata Yoga di Semarang, Kamis (10/1).

Yoga mengharapkan, penambahan frekuensi penerbangan itu bukan sistem charter flight (penerbangan sewa), seperti yang diadakan pada (2/1) lalu. Penambahan frekuensi yang diingkannya reguler flight.

"Namanya extra flight, maskapai tentu tidak mau rugi. Kalau kosong, tidak mungkin mau," tuturnya.
Menurutnya, penumpang pesawat didominasi wisatawan. Namun, dia menilai, publikasi terkait wisata di Karimunjawa masih kurang.

"Kalau terekpos, saya yakin, Karimunjawa tidak kalah dengan Wakatobi," ujarnya.

Terkait upaya ini, Yoga mengusulkan dua opsi penambahan frekuensi penerbangan, yakni menggunakan maskapai yang sama jika prasarana tidak mencukupi atau menawarkan ke operator lain jika prasarana mencukupi.

"Saya berikan nilai jual ke maskapai agar tidak rugi. Setiap pesawat itu untung jika load factor (keterisian) lebih dari 70 persen," paparnya.

Terkait perpanjangan landasan, Yoga mengatakan, belum ada rencana pengembangan di tahun 2019. Pihaknya lebih memilih mengoptimalkan infrastruktur yang ada.

"Mungkin, kami akan mengusulkan penambahan alat bantu visual dan alat bantu penerbangan," imbuhnya.

Terpisah, Chiefe Station Handling Lion Grup, Arie Sertiato, menuturkan, selama libur Natal 2018 dan Tahun baru 2019, penumpang Wings Air rute Semarang-Karimunjawa hanya ramai di akhir pekan.

"Ramai tapi tidak begitu penuh," tuturnya.

Ia mengatakan, selama ini, kendala rute Semarang-Karimunjawa adalah keterisian penumpang. Mayoritas penumpang yang terbang ke Karimunjawa adalah wisatawan.

"Orang ke Karimunjawa hanya liburan. Kalau kepentingan bisnis, keliatannya tidak ada," kata dia. (*)

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved