Ada Formasi CPNS Kudus untuk Sekolah yang Sudah Ditutup, BKPP Cari Solusi

Dalam proses seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) ternyata terdapat formasi di sekolah negeri yang sudah ditutup

Ada Formasi CPNS Kudus untuk Sekolah yang Sudah Ditutup, BKPP Cari Solusi
Tribun Jateng/ Rifqi Gozali
Pembekalan pemberkasan bagi peserta CPNS yang lolos seleksi di Setda Kudus, Kamis (10/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Dalam proses seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) ternyata terdapat formasi di sekolah negeri yang sudah ditutup. Penyebabnya adanya kebijakan regrouping.

Dalam hal ini Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Kudus telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus.

Koordinasi tersebut terkait dengan penempatan di sekolah yang membutuhkan guru.

Plt kepala BKPP Yuliono Tri Nugrojo melalui Kabid Pengembangan Pegawai dan Diklat, Tulus Yatmika mengatakan, pihaknya telah mengoordinasikan dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) perihal tersebut. 

Dari hasil koordinasi, bahwa formasi yang sudah ada tidak bisa dipindah. Nantinya Surat Keputusan (SK) dari BKN sesuai dengan formasi yang telah ada.

Adanya temuan formasi di sekolah yang telah diregrouping, katanya, BKN menyerahkan sepenuhnya kepada kebijakan daerah.

“Akhirnya kami dengan Disdikpora mengambil langkah bahwa SK yang diterima nanti sesuai dengan formasi, karena memang tidak bisa diubah. Namun untuk penempatan nanti akan dipilah oleh Disdikpora mana sekolah yang benar-benar membutuhkan guru,” kata Tulus, Minggu (13/1/2019).

Meski ada formasi CPNS di sekolah yang telah ditutup, namun masih ada sekolah yang masih kekurangan guru namun tidak masuk dalam usulan penerimaan CPNS. Padahal, usulan penambahan kuota CPNS disampaikan ke BKN pada akhir 2017.

“Kuota penambahan CPNS yang kami ajukan BKN sesuai dengan usulan dari masing-masing OPD (Organisasi Perangkat Daerah), karena yang tahu kebutuhan persisnya di OPD,” katanya.

Menurutnya, ada sekitar 10 orang yang telah lolos seleksi CPNS di sekolah yang telah diregrouping. Mereka yaitu guru SD maupun guru agama SD. Sementara untuk penempatan pihaknya masih menunggu Disdikpora terkait dengan penempatannya.

Sementara Kepala Disdikpora Joko Susilo melalui Kepala Bidang Penidikan Dasar, Suharto mengatakan, jumlah CPNS yang diterima pada seleksi kali ini yaitu sebanyak 255 orang. Untuk selanjutnya, pihaknya masih menunggu pemberkasan serta input data di BKN.

“Jadi nanti kleihatan mana sekolah yang masuk dalam formasi yang sudah diregrouping. Kami sudah koordinasi dengan UPT (Unit Pelaksana Teknik) Pendidikan yang benar-benar membutuhkan,” katanya.(*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved