Jelang Pemilu 2019, Polres Salatiga dan FKUB Gelar Doa Bersama

Menjelang pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pilpres 2019 Polres Salatiga bersama dengan FKUB menggelar doa bersama.

Jelang Pemilu 2019, Polres Salatiga dan FKUB Gelar Doa Bersama
TRIBUN JATENG/ M NAFIUL HARIS
Forkopimda Kota Salatiga  menggelar doa bersama sambut pelaksanaan Pilkada Serentak dan Pilpres 2019 di Aula Polres Salatiga Minggu (13/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nafiul Haris

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Menjelang pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pilpres 2019, Polres Salatiga bersama dengan Forum Komunikasi antar Umat Beragama (FKUB) menggelar doa bersama demi terwujudnya keamanan ketertiban masyarakat.

Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono di sela kegiatan mengatakan perayaan Natal 2018 dan pergantian tahun yang berlangsung kondusif diharap bertahan hingga Pemilu 2019.

"Pilpres pada 17 April 2019 nanti semoga juga sama semua warga Salatiga saling menjaga ketertiban," katanya dalam sambutan acara doa bersama di Aula Pendopo Polres Salatiga, Minggu (13/1/2019).

Menurut Gatot, hubungan baik antar pemangku kepentingan beserta tokoh agama yang sudah terjalin lama hendaknya terus dijaga. Ia berharap adanya pemilu tidak memicu perselisihan hanya karena berbeda pilihan.

"Jadi intinya itu acara doa bersama kami gelar supaya pelaksanaan Pemilu Setentak berjalan dengan aman, damai, dan nyaman di wilayah hukum Salatiga," jelasnya.

Dirinya menambahkan, masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi dari luar Kota Salatiga yang berbau kepentingan politik praktis dan cenderung gaduh. Apabila warga saling mengayomi lanjutnya, bersama, hasil Pilkada tetap membuat suasana kondusif.

"Salatiga ini kota yang unik. Saya baru bertugas disini mulai 7 Desember 2018 lalu. Kota ini sangat toleran atau orang luar menyebut Indonesia mini. Dari Sabang sampai Merauke suku, agama ada semua di Salatiga," sebutnya

Sementara itu, penceramah dalam acara itu KH Fahrudin berpesan seluruh kontestan pemilu diharap tidak mempolitisasi agama untuk kepentingan politik.

Dirinya menghimbau para kontestan untuk  mengedepankan praktik politik universal dibanding praktis. Menurutnya, politik praktis hanya mengutamakan kepentingan kelompok, yang mana kerapkali merugikan pihak lain.

Halaman
12
Penulis: M Nafiul Haris
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved