1.503 Siswa Berpartisipasi di Porseni Madrasah Ibtidaiyah Tingkat Kota Pekalongan

Ajang Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Madrasah Ibtidaiyah (MI) tingkat Kota Pekalongan, resmi dibuka Wali Kota Pekalongan Saelany Machfudz.

1.503 Siswa Berpartisipasi di Porseni Madrasah Ibtidaiyah Tingkat Kota Pekalongan
Istimewa
Walikota Pekalongan Saelany Mahfud saat membuka Porseni MI tingkat Kota Pekalongan di Lapangan Mataram, Senin (14/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Ajang Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Madrasah Ibtidaiyah (MI) tingkat Kota Pekalongan, resmi dibuka Wali Kota Pekalongan Saelany Machfudz di Lapangan Mataram, Senin (14/1/2019).

Adapun Porseni MI tingkat Kota Pekalongan tersebut diikuti 1.503 siswa dari puluhan MI, yang akan merebutkan piala bergilir.

Ketua Panitia Porseni, Zaenal Abidin menjelaskan, Porseni MI diikuti 1.503 siswa dari 41 MI se-Kota Pekalongan. Yang akan berakhir pada 16 Januari mendatang.

"Dalam Porseni MI mempertandingkan 18 cabang lomba. Ada lomba yang sudah kami lakukan sebelum acara pembukaan sepeti sepakbola," tuturnya.

Duta Besar China Belajar Batik Tulis di Museum Batik Kota Pekalongan

Ia menambahkan kegiatan Porseni MI bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar dan prestasi akademik, non akademik para siswa MI dalam hal pengusaaan pengetahuan dasar serta perkembangan jasmani.

"Selain itu untuk menumbuhkan motivasi dan inovasi para pemgajar MI dalam hal peningkatan mutu proses pembelajaran di madrasah yang aktif, kreatif, dan efektif diserap peserta didik," tuturnya.

Adapun Walikota Pekalongan, Saelany Mahfudz menambahkan Kegiatan Porseni MI tingkat Kota Pekalongan tidak hanya berorientasi pada kejuaraan semata.

Tetapi esensinya terletak pada nilai pendidikan.

"Porseni adalah ajang kompetisi dan unjuk kemampuan, akan tetapi kegiatan ini merupakan ajang pembelajaran terutama dalam hal olah pikir, olah hati dan olah rasa serta pengembangan sikap dan kepribadian siswa. Seperti sikap saling menghargai, saling menghormati, solidaritas dan toleransi. Kalah atau menang dalam sebuah kompetisi bukanlah tujuan, tetapi jadikan sebagai motivasi dalam rangka mencapai tujuan," imbuhnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved