Kalimin Kapok Jadi Pengecer Togel, Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara

Tak pernah kapok, ungkapan yang dilontarkan petugas kepada seorang pria bernama Kalimin (51).

Kalimin Kapok Jadi Pengecer Togel, Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Kalimin (51) saat digiring oleh petugas ke Mapolres Pekalongan, untuk mempertanggungjawabkn perbuatannya, Senin (14/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Tak pernah kapok, ungkapan yang dilontarkan petugas kepada seorang pria bernama Kalimin (51).

Pasalnya pria 51 tahun tersebut berulang kali keluar masuk tahanan karena kasus serupa yaitu, menjadi pengecer judi togel.

Diketahui pria asal Desa Ambokembang Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan tersebut sudah tiga kali dijebolskan ke tahan.

Ketiganya juga berlokasi di tempat yang sama yaitu di Desa Ambokembang, yang merupakan tempat tinggal Kalimin.

Saat ditanya oleh petugas di Mapoler Pekalongan, Kalimin mengaku telah menjadi pengecer togel dari 2008.

“Saya sudah tiga kali masuk penjara karena togel. Dari penjualan tigel saya dapat 15 persen dan komisinya untuk keperluan sehari hari," katanya, Senin (14/1/2019).

Ia pun mengaku kapok karena berulang kali harus merasakan dinginnya sel tahanan karena perbuatannya.

“Ini yang terakhir kali, saya tidak mau mengulang kembali. Saya benar-benar jera,” paparnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pekalongan AKP Agung Ariyanto menjelaskan penangkapan Kalimin dilakukan pada 10 Januari lalu.

"Penangkapan pelaku berawal dari anggota Unit Reskrim Polsek Kedungwuni yang mendapatkan informasi dari masyarakat bahwasannya di dalam rumah Kalimin menerima pemasangan judi togel," jelasnya.

Berawal dari laporan tersebut, diterangkan AKP Agung, petugas langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku.

"Pada saat dilakukan penangkapan, di lantai rumah yang tidak jauh dari pelaku ditemukan beberapa kertas bertuliskan angka rekapan pemasangan judi dan uang dari pemasang togel yang disimpan di dalam kamar," terangnya.

Pihaknya menambahkan pelaku dikenakan Pasal 303 KUHP tentang perjudian ancaman hukumannya maksimal 10 tahun penjara.

"Dari pemeriksaan, pelaku sudah tiga kali masuk penjara. Catatan tersebut menjadi bahan pertimbangan agar hukumannya lebih diperberat, sehingga tidak mengulangi lagi perbuatannya,” tegasnya.(*)

Penulis: budi susanto
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved