Mantan Karyawan PT Karyadeka Alam Lestari Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Sebanyak 250 orang mantan pekerja PT Karyadeka Alam Lestari mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis

Mantan Karyawan PT Karyadeka Alam Lestari Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Tribun Jateng/ Hermawan Endra Wijonarko
Mantan pekerja PT Karyadeka Alam Lestari mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan oleh para dokter yang tergabung dalam hastag #NKRI Sehat, Sehat Itu Nomor 1, Minggu (13/1/2018)., Minggu (13/1/2018). 

Laporan wartawan Tribun Jateng, Hermawan Endra Wijonarko

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sebanyak 250 orang mantan pekerja PT Karyadeka Alam Lestari mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan oleh para dokter yang tergabung dalam hastag #NKRI Sehat, Sehat Itu Nomor 1, Minggu (13/1/2018).

Panitia Acara, Eddy Hery Purnomo menjelaskan, acara yang berlangsung di kantor perkebunan PT Karyadeka Alam Lestari, kawasan Rembes, Jatisari, Mijen, Semarang tersebut sebagai bentuk perhatian atas dedikasi mereka selama bekerja.

Sejak dua tahun ini perusahaan perkebunan ini masih tetap beroperasi hanya saja berhenti berproduksi karena harga karet sudah tidak lagi ekonomis. Sehingga cukup banyak karyawan yang dirumahkan, pensiun dan hanya beberapa yang masih bekerja merawat tanaman.

Lewat pengobatan gratis ini pihaknya ingin peduli karena sebagian besar sudah berusia lanjut. Para mantan pekerja perkebunan ini perlu mendapat perhatian mengingat mereka sudah pernah berjasa ketika perusahaan karet ini masih bisa berproduksi.

“Sebagian besar kondisi ekonominya juga sederhana, maka kami mengajak kerjasama dengan gerakan #NKRI Sehat untuk memberikan penyuluhan kesehatan sekaligus pengobatan gratis,” ujarnya Eddy yang juga tokoh masyarakat Mijen ini.

Mengusung tema “Paseduluran Sak Lawase” warga yang sebagian besar berusia lanjut tersebut mendapatkan pemeriksaan sekaligus penyuluhan dari para dokter.

dr Agung Sudharmanto yang juga Wasekjen #NKRI Sehat, Sehat Itu Nomor 1 menyampaikan tentang bagaimana cara meminimalisir terserang penyakit stroke dan jantung.

Menurutnya, jika sudah terkena penyakit stroke maka akan mengalami cacat seumur hidup atau susah kembali normal. Oleh sebab itu perlu sejak dini mengantisipasi dengan menjaga pola makan, kelola stres dan tidak merokok.

Selain itu, dr Agung menambahkan, kegiatan ini juga untuk mendukung pemerintah dalam menciptakan masyarakat agar lebih paham tentang pentingnya menjaga kesehatan.

Sebab meski kini penyakit apapun mendapat cover BPJS namun anggaran pemerintah untuk menanggung BPJS jumlahnya bakal terus membengkak. Sehingga lebih baik diantisipasi sejak dini dengan menjaga kesehatan.

Penyuluhan selanjutnya dilakukan oleh dokter spesialis Telinga Hidung dan Tenggorokan (THT), dr Awal Prasetyo. Sembari menunggu giliran para peserta pemeriksaan kesehatan gratis ini menyimak penjelasan dari dokter Awal.

“Jangan sembarangan mengorek kuping menggunakan alat apapun. Sebab hal ini justru membuat kotoran semakin masuk ke dalam telinga. Lebih baik pembersihan telinga dilakukan dengan dokter ahli di rumah sakit atau layanan kesehatan,” imbuhnya.(*)

Penulis: hermawan Endra
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved