Mengenal "Vaginal Scraping" dan Risikonya bagi Kesehatan Alat Kelamin Perempuan

Belakangan muncul tren "vaginal scraping", yaitu sebuah prosedur yang bertujuan untuk menghilangkan sisa hubungan seksual pada kelamin perempuan.

Mengenal
Thinkstockphotos
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM - Belakangan muncul tren "vaginal scraping", yaitu sebuah prosedur yang bertujuan untuk menghilangkan sisa hubungan seksual pada kelamin perempuan.

Namun, prosedur tersebut ditentang sejumlah dokter dengan alasan risiko kesehatan.

Bahkan, FDA Amerika Serikat pun menerbitkan peringatan kesehatan tentang prosedur vaginal scraping pada Juli 2018 lalu.

Praktik tersebut, seperti dilansir laman The Sun, menurut sejumlah pakar kesehatan, dapat menimbulkan beberapa risiko kesehatan.

Ginekolog dan penulis The Vagina Bible, dr Jen Gunter -misalnya, menyarankan perempuan tidak melakukan vaginal scrapping.

Pernah Coba Gurah Vagina? Cara Ampuh Mencegah Infeksi Miss V

"Setiap scraping jaringan epitel vagina dapat memengaruhi ekosistem vagina, dan secara teoritis dapat menyebarkan HPV secara lokal," ujarnya.

HPV adalah human papillomavirus yakni virus yang dapat menyebabkan tumbuhnya kutil di tubuh.

"(Ini) berisiko meningkatkan kerentanan perempuan terhadap infeksi," kata Gunter kepada Refinery29.

Menurut Gunter, epitel vagina beregenerasi sendiri setiap 96 jam, termasuk sel-sel permukaan yang dilepaskan setiap empat jam.

Oleh karena itu, perempuan tak perlu melakukan vaginal scraping jika ingin menghilangkan residu fisik dari penis pria, sebab vagina dengan sendiri menutupi hal tersebut.

Halaman
12
Editor: suharno
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved