Pakar IT Udinus: Maraknya Penipuan di Sosial Media Kroscek Pakai Saluran Komunikasi Lain

Aksi penipuan menggunakan media sosial atau sarana komunikasi berbasis internet semakin marak,

Pakar IT Udinus: Maraknya Penipuan di Sosial Media Kroscek Pakai Saluran Komunikasi Lain
net
ilustrasi hacker 

TRIBUNJATENG.COM -- Aksi penipuan menggunakan media sosial atau sarana komunikasi berbasis internet semakin marak, seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi, yang merambah hampir semua lini kehidupan.

Saat ini, hampir semua orang akrab dengan smartphone yang terkoneksi dengan internet.

Aksi penipuan dengan modus berpura-pura sebagai kawan lama atau orang dekat, sejatinya bukan modus baru. Karena itu, jika mendapat chat dari 'teman' dengan dalih meminta tolong, untuk kepentingan apapun, seyogyanya harus berhati-hati.

Langkah hati-hati ini bisa dilakukan dengan melakukan kroscek, melalui saluran komunikasi lain. Semisal, saat dihubungi via facebook (fb), kita bisa melakukan cek and ricek melalui whats app (WA)‎, sambungan telepon konvensional, atau menggunakan media komunikasi lainnya.

‎Dalam bahasa komputer, langkah ini sering disebut sebagai validasi. Atau, lebih lazim disebut di kalangan masyarakat sebagai langkah verifikasi. Dalam hal apapun, melakukan verifikasi melalui saluran komunikasi lain sangat diperlukan agar kita terhindar menjadi korban penipuan.

Meski bukan modus baru, kenapa masih yang menjadi korban? Hemat saya, ini karena calon korban 'merasa kaget' usai mendapat permintaan dari pelaku. Saat orang kaget, secara psikologis ia tidak stabil dan mudah dipengaruhi, sehingga bisa saja calon korban menggampangkan sesuatu yang sebenarnya riskan.

Semisal, kaget saat dikabari anggota keluarganya kecelakaan, atau mendapat kabar mendapat kejutan hadiah yang menggiurkan. Saat dalam kondisi kaget ini, terkadang orang mudah dipengaruhi untuk melakukan sesuatu.‎

Lokasi Pelaku Bisa Dilacak‎

Tak ada kejahatan yang sempurna. Selalu ada celah untuk mengungkapkannya. Pun demikian, aksi penipuan menggunakan sambungan internet ataupun melalui saluran telepon konvensional. Sejatinya, lokasi di mana pelaku berada bisa dilacak menggunakan software khusus.

Bila media komunikasi yang digunakan berbasis sambungan internet, maka posisi pelaku bisa dilacak melalui internet protocol (IP) addressnya. Melacak IP bisa menggunakan software bawaan windows.‎

Semisal, saat berkicau melalui twitter, ‎bisa diamati siapa saja yang menanggapi. Tatkala ada twitt masuk, dalam sistem akan muncul IP orang yang nge-twitt. Namun, agar pelacakan IP bisa‎ dilakukan secara presisi, maka software yang digunakan juga berbeda, bukan bawaan windows. Harus menggunakan software khusus berbayar.

Pun demikian, untuk melacak posisi pelaku yang menggunakan media komunikasi telepon konvensional, bisa dilacak posisi di mana ia berada. Ini bisa dilakukan oleh provider telepon.

Pihak yang merasa dirugikan, bisa meminta provider untuk melakukan pelacakan. Akan tetapi, permintaan ini tak bisa sembarangan dilakukan, untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. (tim)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved