Terkait Undangan Beasiswa dari Dana Aspirasi Gerindra, Bawaslu Salatiga Panggil Seorang Caleg

Buntut dari beredarnya surat undangan sosialisasi beasiswa dana aspirasi untuk siswa SMK PGRI 1 Kota Salatiga, Bawaslu panggil caleg berinisial S.

Terkait Undangan Beasiswa dari Dana Aspirasi Gerindra, Bawaslu Salatiga Panggil Seorang Caleg
TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Anggota Sentra Gakkumdu Kota Salatiga rapat bersama membahas kasus beredarnya surat undangan sosialisasi beasiswa dana aspirasi Partai Gerindra di Kantor Bawaslu Senin (14/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nafiul Haris

TRIBUNJATENG.COM,SALATIGA - Buntut dari beredarnya surat undangan sosialisasi beasiswa dana aspirasi untuk siswa SMK PGRI 1 Kota Salatiga di media sosial Facebook beberapa waktu lalu.

Seorang caleg berinisial S dari Partai Gerindra bakal dipanggil Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Ketua Bawaslu Kota Salatiga Agung Ari Mursito mengatakan pemanggilan S dari hasil rapat bersama Sentra Gakkumdu yang digelar hari ini Senin (14/1/2019) di Kantor Bawaslu Kota Salatiga.

"Dari hasil rapat sudah kami register sebagai sebuah temuan dugaan pelanggaran," katanya kepada Tribunjateng.com, Senin (14/1/2019).

Sebelum Jadi Asisten Pelatih PSIS Semarang, Widyantoro Mempunyai Cerita Yang Menyentuh

Menurut Agung, selain terlapor S pemanggilan juga berlaku untuk siswa calon penerima beasiswa maupun wali murid, guru dan kepala sekolah serta akan dihadirkan ahli dari Dinas Pendidikan Jateng, dan staf Bank BNI.

Sementara pemeriksaan kepada sejumlah saksi yang berlangsung hari ini katanya, seputar pendalaman kronologis peristiwa dan peran terlapor S Caleg asal Partai Gerindra.

"Tadi belum termasuk kepala sekolah SMK PGRI 1 Salatiga. Baru besok pagi kami agendakan," tuturnya

Agung menjelaskan sesuai keterangan dari para saksi siswa calon penerima beasiswa dan wali murid tahap pertama terlapor S Caleg Gerindra untuk daerah pemilihan Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga diduga melanggar Pasal 521 jo Pasal 280 ayat (1) huruf j Undang-Undang Pemilu tahun 2017.

"Terlapor terancam pidana dua tahun kurungan dan denda sebesar Rp 24 juta apabila terbukti melakukan kampanye di lembaga pendidikan formal maupun nonformal, termasuk pesantren," jelasnya.

Duh, Stok Kantong Darah di PMI Kota Salatiga Kian Menipis

Halaman
12
Penulis: M Nafiul Haris
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved