Unnes Godok Penerapan Pembelajaran Blended Learning

Universitas Negeri Semarang (Unnes) memaksimalkan penerapan model pembelajaran blended learning.

Unnes Godok Penerapan Pembelajaran Blended Learning
Tribunjateng.com/Deni Setiawan
Menristekdikti RI Prof Dr Mohamad Nasir menjadi pembicara tunggal kuliah umum di Auditorium Prof Wuryanto Unnes Kampus Sekaran Gunungpati Kota Semarang, Rabu (2/1/2019) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Universitas Negeri Semarang (Unnes) memaksimalkan penerapan model pembelajaran blended learning.

Hal tersebut sebagai perpanjangan hasil Bimtek Blended Learning yang diselenggarakan Ditjenbelmawa Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI baru-baru ini.

Staf Ahli Bidang Akademik Unnes Adi Nur Cahyono mengatakan, saat ini Unnes sedang getol menerapkan model pembelajaran blended learning.

Blended learning di Unnes, disebutnya sedang digodok.

Mulai dari penyiapan objek pembelajaran dan pengelolaan kelas oleh dosen serta fasilitasi kelas online.

"Tak lupa kami ukur interaksi dalam pembelajaran daring. Yaitu mahasiswa sebagai objek pembelajaran, dosen-mahasiswa, dan antarmahasiswa," paparnya, Senin (14/1/2019).

Menurutnya, blended learning Unnes sama seperti pada umumnya.

Yaitu mengkombinasikan cara perkuliahan konvensional atau tatap muka, juga perkuliahan daring.

"Kualitas dari blended learning di Unnes dikontrol oleh Badan Penjaminan Mutu (BPM)," urainya.

Sementara untuk perkuliahan daring, menurutnya difasilitasi oleh sistem e-learning yang saat ini dikembangkan oleh UPT TIK Unnes.

Sistem itu terintegrasi dengan sistem lain yang digunakan Unnes.

"Bidang akademik akan mensosialisasikan implementasi blended learning lebih lanjut di tiap fakultas, sebelum diimplementasikan semester depan," ujarnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik Unnes Dr Zaenuri menambahkan, untuk memaksimalkan pembelajaran blended learning di Unnes, pihaknya berencana melakukan piloting di tiap-tiap prodi di Unnes.

"Selanjutnya hal tersebut dapat diperluas untuk semua mata kuliah," ujar Zaenuri. (*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved