Balita Hanyut di Sungai Sibiuk Brebes, Ditemukan Masih Bernyawa tapi Akhirnya Tak Tertolong

Saat ditemukan, katanya, suhu badan korban masih hangat dan denyut nadinya masih terasa

Balita Hanyut di Sungai Sibiuk Brebes, Ditemukan Masih Bernyawa tapi Akhirnya Tak Tertolong
net
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Seorang balita, Restu Pandu (3), terpeleset dan tenggelam di Sungai Sibiuk, Desa Buaran, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, sekira pukul 16.30 WIB, Senin (14/1/2019). Ia ditemukan setelah dilakukan pencarian hampir tiga jam.

Balita laki-laki warga RT 1 RW 1 Desa Buaran, Kecamatan Jatibarang itu, terpeleset saluran irigasi di belakang rumahnya saat kakaknya, Ibnu Sarif (4) dan teman-temannya. Karena aliran irigasi cukup deras, korban terbawa arus hingga hanyut di Sungai Sibiuk.

"Korban ditemukan seorang warga sekira pukul 19.15 WIB. Saat ditemukan, korban masih dalam kondisi bernyawa," kata Babinsa Buaran Koramil 02 Jatibarang Kodim 0713 Brebes, Serda Prayitno, Selasa (15/1/2019).

Ia menuturkan, pencarian korban dilakukan dengan menyisir Sungai Sibiuk. Setelah dilakukan pencarian, korban ditemukan 7 kilometer dari lokasi kejadian atau tepatnya di Desa Terlangu Kecamatan Brebes.

Saat ditemukan, katanya, suhu badan korban masih hangat dan denyut nadinya masih terasa.

Warga kemudian melakukan upaya penyelamatan dengan membalurkan minyak kayu putih untuk menghangatkan.

"Namun korban akhirnya tak tertolong dan meninggal dunia. Selanjutnya korban dievakuasi ke Puskesmas Jatibarang menggunakan mobil dari Polsek," ucapnya.

Lebih lanjut dijelaskan, saat kejadian, ibu korban, Iis (30) sedang mandi sedangkan sang ayah Khaerudin (35) berjualan empek-empek keliling. Menurutnya, musibah ini terjadi karena kurangnya pengawasan orang tua.

Setelah dilakukan visum, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk didoakan dan dimakamkan. Pihak keluarga menganggap kejadian ini sebagai musibah.

"Semoga kejadian ini menjadi perhatian bagi semua orang tua untuk tidak membiarkan anaknya bermain di bibir sungai," imbaunya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved