Rokok Djarum Penyumbang Terbesar Penerimaan Bea Cukai di Kudus

Penerimaan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus pada 2018 mencapai Rp 31,3 triliun.

Rokok Djarum Penyumbang Terbesar Penerimaan Bea Cukai di Kudus
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Kepala KPPBC Tipe Madya Kudus, Iman Prayitno (tengah) dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (15/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Penerimaan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus pada tahun 2018 mencapai Rp 31,3 triliun. +

Adapun target yang dipatok sebesar Rp 31,2 triliun.

“Artinya penerimaan kita melebihi target, yaitu sebesar 110,27 persen,” kata Kepala KPPBC Tipe Madya Kudus, Iman Prayitno di kantornya, Selasa (15/1/2019).

Sebagian besar penerimaan itu berasal dari PT Djarum.

Sukun, Nojorono, dan perusahaan rokok kecil lain juga ikut menyumbang kuantitas penerimaan.

Namun, jumlahnya tidak sebesar perusahaan rokok milik orang terkaya di Indonesia tersebut.

“Seluruh penerimaan yang kami terima, dari Djarum mencapai sekitar 80 persen. Sisanya dari perusahaan rokok lain yang ada di Kudus,” jelas Iman Prayitno.

Jumlah penerimaan bea cukai berbanding lurus dengan jumlah produksi rokok.

Jika perusahaan rokok semakin banyak memproduksi rokok, pendapatan negara dari pabean dan cukai juga turut mengalami peningkatan.

Halaman
12
Penulis: Rifqi Gozali
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved