Abon Lele Buatan Ibu-ibu PKK di Sawit Pasok Pasar Oleh-oleh di Jateng

Abon Lele Buatan Ibu-ibu PKK di Sawit Pasok Pasar Oleh-oleh di Jateng. Ratusan petani di desa ini tekuni budidaya lele

Abon Lele Buatan Ibu-ibu PKK di Sawit Pasok Pasar Oleh-oleh di Jateng
tribunjateng/mahasiswa UIN Magang
ABON LELE - Usaha pembuatan abon lele di Kampung Lele di Sawit Kabupaten Boyolali, beberapa hari lalu. Di desa ini juga dikembangkan outbound Karmina Back to Nature sekaligus pusat pembibitan lele. 

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI - Usaha kampung lele di desa Tegalrejo kecamatan Sawit Kabupaten Boyolali makin berkembang. Pembibitan lele di kampung itu yang dimulai 1993 terus berkembang, hingga kini sudah ratusan warga setempat menekuni budidaya lele.

Awal usaha 1993 saat itu hanya ditabur 250 ekor kemudian berkembang jadi 5.000an ekor. Bahkan di tahun 2018 sudah terdapat 8.050 kolam dengan ukuran 1×3 meter yang dikelola oleh 101 petani setempat.

Usaha budidaya lele itu pernah dikunjungi dan diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2007. Saking banyaknya kolam lele yang dibudidaya di desa itu kemudian lebih dikenal sebagai Kampung Lele. Waktu itu Presiden SBY memberikan dana untuk tambah modal Rp 100 juta. Dana itu kemudian digunakan untuk beli lahan dan peralatan produksi. Sedangkan pendirian bangunan dibiayai pemda setempat.

"Hasil panen dijual ke petani besar yang sekaligus sebagai tengkulak. Lalu dipasarkan ke daerah Boyolali, Solo, Yogyakarta dan sekitarnya," kata Sugiyatno, perintis budidaya lele di desa Tegalrejo Sawit.

ABON LELE - Usaha pembuatan abon lele di Kampung Lele di Sawit Kabupaten Boyolali, beberapa hari lalu. Di desa ini juga dikembangkan outbound Karmina Back to Nature sekaligus pusat pembibitan lele.
ABON LELE - Usaha pembuatan abon lele di Kampung Lele di Sawit Kabupaten Boyolali, beberapa hari lalu. Di desa ini juga dikembangkan outbound Karmina Back to Nature sekaligus pusat pembibitan lele. (tribunjateng/mahasiswa UIN Magang)

Diterangkan oleh dia, bahwa pakan lele yang digunakan adalah produksi pabrik. Para petani lele panen 3 kali dalam setahun. Selain dijual dalam bentuk lele segar, hasil budidaya lele di Tegalrejo juga dibuat aneka macam olahan berbahan lele.

Antara lain abon lele, keripik, kerupuk, nuget, bakso, dan pepes yang dikelola oleh ibu-ibu PKK Tegalrejo, yang diketuai oleh Nining. Usaha pembuatan oleh-oleh berbahan lele itu di bawah binaan Dinas Perikanan Kabupaten Boyolali.

Bendahara PKK Tegalrejo, Anik Handayani mengatakan, ide pembuatan abon lele awalnya dari lele barongan atau lele hasil panen akhiran yang kemudian dibuat olahan menjadi abon. Sekarang juga ada keripik kulit lele, sirip lele dan juga ada keripik dagingnya.

Anik mengatakan, dalam satu kali produksi, 80kg lele diolah menjadi 16kg abon. Sedangkan dan untuk membuat keripik 20kg dibutuhkan 70 kg lele segar.

ABON LELE - Usaha pembuatan abon lele di Kampung Lele di Sawit Kabupaten Boyolali, beberapa hari lalu. Di desa ini juga dikembangkan outbound Karmina Back to Nature sekaligus pusat pembibitan lele.
ABON LELE - Usaha pembuatan abon lele di Kampung Lele di Sawit Kabupaten Boyolali, beberapa hari lalu. Di desa ini juga dikembangkan outbound Karmina Back to Nature sekaligus pusat pembibitan lele. (tribunjateng/mahasiswa UIN Magang)

"Jadi semua bagian lele kita olah menjadi makanan kecuali bagian kepala dan durinya," kata anggota PKK, Suparni kepada mahasiswa UIN yang magang di Tribun Jateng, di lokasi budidaya, 5 Januari.

Abon lele dikemas menjadi 100 gram, 250 gram dan 1.000 gram. Harga sekilogram abon lele dibanderol Rp 120 ribu. Sedangkan keripik daging lele Rp 90 ribu perkilogram. Rata-rata omzet penjualan perbulan mencapai Rp 9 jutaan," terangnya.

Pemasaran di sekitar Boyolali dan Yogyakarta. “Hasil produksi, kami titipkan di sentra oleh-oleh Kampung Lele. Setiap 2 bulan sekali kami juga menitipkan produk olahan lele di Pusat Oleh-Oleh Boyolali," tuturnya. Produk olahan lele itu dinamai Karmina. Promosi penjualan juga dilakukan melalui media sosial. Kini perekonomian warga di desa itu meningkat berkat budiaya lele. Bagi yang ingin outbound di kampung lele bisa kirim permintaan ke email abonlele.Karmina@gmail.com.

Usaha budidaya lele di kampung itu terus berkembang. Selain mengolah produk dari ikan, Karmina juga menyediakan paket program outbound bagi pelajar dan umum. Wahana edukasi dan pariwisata itu sudah dimulai sejak 2015. Ada paket-paket tertentu untuk 40 peserta. Antara lain peserta bisa melihat langsung budidaya lele, pengolahan abon dan keripik lele, proses panen dan lain-lain. (*)

Penulis: iswidodo
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved