POPULER KEMARIN: DP 0% Pembiayaan Kendaraan Diyakini Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Dengan kebijakan baru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu, menurut dia, masyarakat bisa membeli kendaraan dengan lebih mudah.

POPULER KEMARIN: DP 0% Pembiayaan Kendaraan Diyakini Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi
tribun jateng/rival almanaf
Dengan DP 0 rupiah dan membawa KTP atau fotocopynya motor sudah bisa dibawa pulang 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Ketua Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sekaligus Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN), Maryono menilai, pemberlakukan uang muka (down payment/DP) 0 persen untuk kredit mobil dan motor bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

Dengan kebijakan baru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu, menurut dia, masyarakat bisa membeli kendaraan dengan lebih mudah.

"Kalau dia sudah mendapatkan mobil dan kendaraan sehingga dia bisa melakukan aktivitas ekonomi yang lebih efisien, itu salah satunya ke sana (mendorong ekonomi-Red)," katanya, selepas Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Himbara dengan Komisi XI DPR, di Jakarta, Selasa (15/1).

Maryono mengaku tak khawatir kemudahan penyaluran kredit multifinance dengan DP 0 persen itu bisa menimbulkan risiko kredit macet.

Pihaknya percaya regulator dalam hal ini OJK sudah membuat peraturan sesuai dengan kemampuan membayar kembali atau repayment capacity (RPC) debitur.

Sebagai catatan, OJK sudah mengeluarkan aturan yang membolehkan DP atau uang muka kredit motor dan mobil sebesar 0 persen.

Ketentuan itu terdapat di Peraturan OJK Nomor 35/POJK.05/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan yang dikeluarkan akhir 2018 lalu.

Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution menyatakan, ketentuan OJK itu pasti akan memiliki dampak kepada pertumbuhan kredit kendaraan. "Ada juga dampaknya, tetapi tidak terlalu besar," ujarnya.

Adapun, kebijakan DP 0 persen itu diyakini membuat bisnis kredit kendaraan bermotor (KKB) melaju semakin kencang di tahun ini. Pelonggaran itu akan memaksa perbankan untuk lebih gesit mendorong pertumbuhan KKB lantaran persaingan makin sengit.

Berbeda dengan multifinance, bank tetap wajib memberlakukan uang muka minimal 20 persen untuk KKB yang disalurkan. Meski demikian, sejumlah bankir tetap optimis bisnis kredit otomotif bisa terus tumbuh tahun ini.

Halaman
1234
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved