BEI Dorong Debitur Kakap Perbankan Go Public

Regulator menggenjot target perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) lewat penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO)

BEI Dorong Debitur Kakap Perbankan Go Public
ANTARA FOTO/AUDY AULIA
Komisaris Utama PT Sariguna Primatirta Tbk Hermanto Tanoko (tengah), Direktur Utama Belinda Natalia (kiri), Founder Sanderawati Joesoef (kedua kiri) didampingi Direktur BEI Syamsul Hidayat di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (5/5/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Regulator menggenjot target perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) lewat penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) mencapai 75-100 emiten di tahun ini.

Untuk mencapai target itu, BEI mengimbau emiten bank agar mendorong debitur kelas kakap yang mereka miliki untuk bisa mencatatkan saham di BEI.

Dua bank besar seperti PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menjadi percontohan bank yang aktif menyosialisasikan kepada debitur dengan utang lebih dari Rp 1 triliun untuk go public.

Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi mengatakan, imbauan tersebut belum sampai ke mandatori. Dengan go public, perusahaan dengan rasio utang yang besar bisa turut diawasi masyarakat.

"Perusahaan go public juga bisa dapat benefit, lantaran struktur modalnya bisa diperkuat melalui pendanaan publik," ujarnya, Jumat (18/1).

Direktur Bank Central Asia (BCA), Santoso Liem menuturkan, upaya sosialisasi itu dilakukan agar debitur dapat memperkuat struktur modalnya.

BCA turut menggandeng anak usahanya, yaitu BCA Sekuritas dalam sosialisasi tersebut kepada para debitur yang prospektif.

Ada beberapa ketentuan yang haurs dimiliki debitur agar masuk kriteria untuk menjadi perusahaan publik. Misalnya, debitur berbentuk perseroan terbatas (PT) yang beroperasi lebih dari tiga tahun.

Dari aspek finansial, debitur harus membukukan laba dalam setahun terakhir dan memiliki total aset minimal Rp 100 miliar.

"Ditambah terdapat catatan laporan keuangan dalam tiga tahun terakhir, dan dalam dua tahun terakhir minimal punya opini Wajar Tanpa Modifikasian (WTM)," jelasnya.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved