BEI Dorong Debitur Kakap Perbankan Go Public

Regulator menggenjot target perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) lewat penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO)

BEI Dorong Debitur Kakap Perbankan Go Public
ANTARA FOTO/AUDY AULIA
Komisaris Utama PT Sariguna Primatirta Tbk Hermanto Tanoko (tengah), Direktur Utama Belinda Natalia (kiri), Founder Sanderawati Joesoef (kedua kiri) didampingi Direktur BEI Syamsul Hidayat di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (5/5/2017). 

Mendukung

Adapun, Direktur Corporate Banking Bank Mandiri, Royke Tumilaar menyatakan, pihaknya mendukung upaya para debitur untuk go public. Sebab, struktur modal yang kuat turut menjamin pelunasan kredit debitur.

Bank Mandiri juga turut menggandeng anak usaha PT Mandiri Sekuritas yang berperan sebagai advisor dari para debitur yang prospektif.

Sebagai informasi, portofolio penyaluran kredit Bank Mandiri didominasi ke segmen Korporat. Pada kuartal III/2018, hampir 44,6 persen dari total kredit yang disalurkan Bank Mandiri mengucur ke korporasi besar, dengan nilai penyaluran mencapai Rp 305,2 triliun.

Jumlah tersebut tercatat mengalami peningkatan 28,72 persen secara year on year (yoy) dari Rp 237,1 triliun.
Dari sisi rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL), segmen korporasi besar menjadi yang paling rendah di Bank Mandiri.

Dalam periode yang sama, kredit macet korporasi besar tercatat 0,23 persen, atau senilai Rp 720 miliar. Jumlah itu menurun dibandingkan dengan kuartal III/2017 sebesar 0,40% dengan nilai Rp 940 miliar.

Adapun, kredit korporasi BCA hingga kuartal III/2018 tercatat paling ciamik dibandingkan dengan segmen kredit lainnya.

BCA telah menyalurkan kredit korporasi sebesar Rp 199,21 triliun, meningkat 23,3 persen yoy dari kuartal III/2017 sebesar Rp 161,25 triliun. (Kontan/Anggar Septiadi)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved