Bulog Pekalongan Targetkan Bisa Serap 68.200 Ton Beras Tahun Ini

Kabupaten Brebes ditargetkan terserap 13 ribu ton, dengan catatan 10 ribu ton untuk ekspor.

Bulog Pekalongan Targetkan Bisa Serap 68.200 Ton Beras Tahun Ini
TRIBUN JATENG/M ZAINAL ARIFIN
Kepala Bulog Sub Divre IV Pekalongan, Rasiwan, memberikan sambutan saat rapat koordinasi di Makodim Brebes, Senin (21/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Bulog Sub Divre IV Pekalongan sebagai tangan panjang Kementerian Pertanian (Kementan) RI di wilayah Karesidenan Pekalongan, terus berinovasi guna mengakselerasi kemajuan pertanian di wilayah Pantura.

Komitmennya adalah mencapai target serap beras sebanyak 68.200 ton di tahun ini.

Sedangkan untuk Kabupaten Brebes ditargetkan terserap 13 ribu ton, dengan catatan 10 ribu ton untuk ekspor.

Itu disampaikan Kepala Bulog Sub Divre IV Pekalongan Rasiwan saat rapat koordinasi di Makodim Brebes, Senin (21/1/2019).

Rasiwan mengatakan, perlunya penyamaan persepsi mulai dari petani, kelompok tani, pemilik rice mill, tengkulak maupun TNI, guna mencapai target pemerintah tersebut sehingga tercipta stabilisasi harga.

"Masa tanam di Indonesia hanya 3 kali dalam setahun dan tidak semua wilayah menjadi produsen padi.

Sebagai contoh wilayah timur Indonesia, sehingga kalau dapat panen di semua wilayah tidak akan ada Bulog," katanya.

Lanjut dibeberkannya, Bulog selalu membantu untuk menyerap hasil panen jika harga di bawah pasaran, ini sesuai harga standar HPP Inpres Nomor 5 Tahun 2015.

"Jadi tugas Bulog Sub Divre Pekalongan sangatlah jelas yaitu menyerap gabah atau beras untuk di move ke nasional dan bukan untuk konsumsi Brebes saja. Jika harga pasaran lebih tinggi dari HPP, Bulog tidak memaksa petani menjual berasnya ke Bulog," tuturnya.

Pihaknya juga mengapresiasi Dandim 0713 Brebes Letkol Inf Faisal Amri karena telah merespon cepat melalui Upaya Khusus (Upsus) berupa LTT (Luas Tambah Tanam) dan Sergap (Serapan Gabah Petani) ke Bulog.

Termasuk pendampingan, motivasi, penyuluhan, serta pengawalan bantuan pemerintah sampai di tangan petani.

"Terima kasih telah menjalin komunikasi dengan kami dan Kodim, demi menjaga kondusivitas dalam perberasan. Semua harus tersenyum, petani juga. Kami juga siap 24 jam memberikan solusi jika ada kendala di lapangan," imbuhnya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved