Darmin Minta Masyarakat Bersiap Bandara NYIA Diyakini Dongkrak Pariwisata Daerah

Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution meyakini, kehadiran New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA)

Darmin Minta Masyarakat Bersiap Bandara NYIA Diyakini Dongkrak Pariwisata Daerah
kompas.com
Makam relokasi Desa Glagah bagi warga terdampak pembangunan Bandara NYIA, terus berbenah. Pemindahan kembali berlangsung mulai Selasa (25/9/2018). 

TRIBUNJATENG.COM, KULON PROGO -- Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution meyakini, kehadiran New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) akan mendongkrak sektor pariwisata.

"Pariwisata di Yogyakarta dan Jateng akan naik berkali lipat dari yang berlangsung selama ini," ujarnya, saat meninjau Balai Latihan Kerja (BLK) Kulon Progo, DIY, Sabtu (19/1).

Adapun, NYIA di Kulon Progo dirancang bisa didarati pesawat komersil terbesar di dunia. Ditargetkan tahap pertama proyek bisa rampung dan operasi pada April 2019.

NYIA punya berbagai kelebihan di antara bandara lain di Indonesia. Satunya yakni panjang landasan pacu (runway) yang akan mencapai 3.250 meter.

Runway ini akan mampu melayani lalu lintas pesawat kecil hingga jenis pesawat komersil berbadan lebar (wide body), seperti Airbus A380 serta Boeing 747 dan 777.

Saat ini, infrastruktur penunjang NYIA termasuk gedung terminal hingga runway terus digenjot, dan ditargetkan bisa rampung pada April 2019 untuk tahap awal.

Pada bulan itu pula, NYIA akan beroperasi untuk melayani penerbangan internasional. Sedangkan seluruh tahap pembangunan akan rampung pada Desember 2019.

NYIA bisa beroperasi secara penuh melayani penerbangan internasional dan domestik pada awal 2021. Saat ini, progres pembangungan NYIA suatu sekitar 30 persen.

Kapasitas penumpang yang bisa dilayani di NYIA mencapai 14 juta orang per tahun. Jumlah itu 8 kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan kapasitas bandara Adi Sucipto Yogyakarta sebesar 1,7 juta penumpang per tahun.

"Jadi, turisme di Yogyakarta akan berkembang jauh lebih cepat. Kalau tadinya dari luar negeri pesawat ke Jakarta atau Bali dulu. Ke depan akan ada di tengah, padahal ini daerah turisme juga," tutur Darmin.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved