Protes LUIS Terkait Pemasangan Lampion Pasar Gedhe

Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) protes terhadap pemasangan lampion di sekitar Pasar Gedhe Surakarta.

Protes LUIS Terkait Pemasangan Lampion Pasar Gedhe
TRIBUN JATENG/DANIEL ARI PURNOMO
Humas Luis, Endro Sudarsono saat konfrensi pers di Balai Kota Solo, Jumat (18/1/2019) lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Daniel Ari Purnomo

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) protes terhadap pemasangan lampion di sekitar Pasar Gedhe Surakarta.

Humas LUIS, Endro Sudarsono berpendapat pemasangan ornamen khas Imlek itu berlebihan.

Dia meminta Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo segera menertibkan.

Video penolakan lampion juga sudah viral di Youtube.

Endro mengatakan, video tersebut memang rangkaian aksi LUIS, saat memprotes adanya mozaik mirip salib di Tugu Pemandengan Jalan Jenderal Sudirman Kota Surakarta, belum lama ini.

"Demo penolakan lampion itu waktu, Jumat (18/1/2019). Di awal orasi sebelum masuk Jalan Jenderal Sudirman," tuturnya, Senin (21/1/2019).

Endro mengatakan, LUIS keberatan terhadap pemasangan lampion yang terlalu lama dan meluas.

"Dulu itu kan hanya sekitar Tugu Pemandengan hingga pasar (Pasar Gedhe). Kemarin sudah sampai Gladag. Kami protes, kok seolah-olah budaya lampion yang notabene dari China kok udah meluas," ucap Endro.

"Jika dibandingkan dengan Tahun Baru Masehi kan hanya 2hari. Kok Imlek bisa berbulan-bulan yang tahun kemarin, yang tahun ini katanya hanya sebulan," lanjutnya.

Endro menegaskan, pihaknya tidak akan mempermasalahkan pemasangan lampion bila hanya di sekitar tempat ibadah.

Menurutnya, aksi protes itu digalakkan karena lokasi pemasangan melebar ke fasilitas umum.

"Sehingga terkesan ada dominasi kebudayaan," tandasnya. (*)

Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved