Jembatan Putus, Warga Plompong Brebes Terpaksa Harus Tempuh Jalan Memutar

"Tapi karena jembatan putus kena air banjir bandang, terpaksa harus memutar jalan lain dan jaraknya sangat jauh," katanya

Jembatan Putus, Warga Plompong Brebes Terpaksa Harus Tempuh Jalan Memutar
Istimewa
Kondisi jembatan penghubung Desa Sirampog putus terkena terjangan banjir bandang, Senin (21/1/2019) kemarin. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Putusnya jembatan penghubung Desa Plompong dengan Desa Kaliloka, Kecamatan Sirampog, membuat warga kesulitan ketika hendak bepergian ke Kecamatan Sirampog. Bahkan anak-anak yang hendak ke sekolah pun terpaksa melalui jalan lain yang jaraknya lebih jauh.

Seorang warga, Ngasiran mengatakan, dirinya terpaksa tidak bisa melewati jalan biasanya yaitu melewati Desa Kaliloka untuk menuju Kantor Kecamatan Sirampog. Padahal jarak tempuh jika melewati Desa Kaliloka cukup dekat hanya sekitar 15 menit saja.

"Tapi karena jembatan putus kena air banjir bandang, terpaksa harus memutar jalan lain dan jaraknya sangat jauh," katanya, Selasa (22/1/2019).

Untuk bepergian ke Kantor Kecamatan Sirampog, katanya, ia harus menempuh jarak 3 kali lipat dari biasanya yaitu dengan melewati Desa Cilibur wilayah Kecamatan Paguyangan, kemudian Desa Langkap Kecamatan Bumiayu baru menuju Kantor Kecamatan Sirampog.

Dengan memutar jalan, dirinya membutuhkan waktu setidaknya lebih dari 30 menit dari biasanya karena jarak tempuh menjadi jauh. Yang terparah, bagi anak-anak yang sekolahnya berada di desa sebelah, mereka juga harus memutar jalan untuk sampai ke sekolahan.

"Banyak anak-anak yang berangkat sekolahnya kesulitan karena akses utama putus. Mereka harus berangkat lebih pagi agar tidak terlambat sekokah," ucapnya.

Diketahui, jembatan antardesa yang menjadi akses utama masyarakat Desa Plompong, Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes, putus total terkena banjir bandang, Senin (21/1/2019) sore.

Banjir bandang terjadi setelah hujan deras berlangsung cukup lama. Abutment dan oprit jembatan yang mulai tergerus air Kali Keruh sebelumnya, akhirnya hanyut terbawa banjir bandang bercampur dengan material batu menghantam pondasi jembatan.

Danramil Sirampog, Kapten Inf Mukhrodi mengatakan, sekitar pukul 17.00 WIB, jembatan lama yang terbentang sepanjang 70 meter dan lebar 2,5 meter di atas Kali Keruh Desa Plompong, terputus pada bagian selatan jembatan (dari Plompong ke Kaliloka) sepanjang kurang lebih 10 meter.

"Infrastruktur ini merupakan akses utama warga Plompong dalam menjangkau pusat pemerintahan Kecamatan Sirampog sejauh 7,1 kilometer selama 20 menit, dengan melewati Desa Kaliloka sejauh 4 km dalam waktu 14 menit," katanya.

Pada 2018 lalu, sempat ada pembangunan jembatan baru di sisi timur jembatan lama sepanjang 80 meter dengan menelan anggaran Rp 10,8 miliar dan dikerjakan oleh PT Somba Hasbo. Namun, saat progres baru 60%, jembatan juga ambruk diterjang banjir bandang pada 31 Januari 2018 lalu. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved