Sasar Pemilih Pemula Jadi Pengawas Partisipatif Pemilu, Bawaslu Temanggung Keliling 16 Sekolah

Ia berharap, para pemilih pemula ini dapat menjadi pengawas partisipatif Pemilu, sehingga bisa meminimalisir pelanggaran yang ada

Sasar Pemilih Pemula Jadi Pengawas Partisipatif Pemilu, Bawaslu Temanggung Keliling 16 Sekolah
Tribunjateng.com/Yayan Isro Roziki
Usai gelaran sosialisasi, para siswa/siswi menggelar deklarasi Pemilu bersih, dipimpin oleh komisioner Bawaslu dan juga guru yang hadir. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - ‎"Kami senang mendapat materi sosialisasi, ini yang pertama kami ikuti. Menambah luas wawasan terkait penyelenggaraan Pemilu, kami ingin pesta demokrasi yang berjalan baik, bersih, dan jujur," ujar siswa SMKN 1 Temanggung, Driyantoro, usai mengikuti sosialisasi 'Pengawasan Partisipatif, yang digelar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), di sekolahnya, Selasa (22/1/2019).

Diakui, ini merupakan kali pertama ia mendapat sosialisasi terkait pelanggaran-pelanggaran Pemilu, serta bagaimana mengantisipasinya.

"Untuk turut meyukseskan Pemilu, saya tertarik menjadi relawan pengawas partisipatif. Kami juga bertekad menolak money politics, karena itu bikin demokrasi tak sehat," ucap siswa kelas IX itu.

Bawaslu Temanggung selama sepekan ini menggelar sosialisasi keliling ke 16 sekolah setingkat sekolah menengah atas (SMA) yang tersebar di Kota Tembakau.

‎"Selama seminggu ini, kita gelar sosialisasi kepada generasi milenial, para pemilih pemula, terkait pengawasan partisipatif dalam Pemilu," kata Komisoner Bawaslu, Murti Anggono, usai memberikan materi sosialisasi di SMKN 1 Temanggung.

Ia berharap, para pemilih pemula ini dapat menjadi pengawas partisipatif Pemilu, sehingga bisa meminimalisir pelanggaran yang ada. Di antaranya, money politics, ‎ujaran kebencian, dan hoax.

‎"Kita imbau, mereka mau turut berperan sukseskan Pemilu‎. Mereka bisa menjadi sumber informasi adanya pelanggaran Pemilu yang ada di sekitar lingkungan masing-masing," kata Murti, yang memberikan sosialisasi bersama komisoner lain, Maria Ulfa.

Murti menambahkan, ke depan memang pihaknya berencana untuk merekrut pelajar dan generasi milenial yang telah mempunya hak pilih, untuk menjadi berpartisipasi mengawasi tempat pemungutan suara (TPS). Sebab, menurut penilaiannya, mereka masih steril dari berbagai kepentingan‎.

"‎Syarat pelapor adalah warga negara Indonesia (WNI) yang punya hak pilih serta pemantau yang terdaftar. Kalian bisa laporkan pelanggaran-pelanggaran, jangan hawatir identitas nanti bisa dilindungi‎," tutur Murti, kepada para peserta sosialisasi.

Komisioner Bawaslu Temanggung lainnya, ‎Amin Stiyono, mengatakan pengawasan partisipatif merupakan amanat UUD 1945. Secara filosofis, menurutnya, hal ini eksplisit dituangkan dalam Pembukaan UUD 1945 alinea IV, yang pada intinya menegaskan kedaulatan NKRI berada di atas tangan rakyat, dengan berdasar pada lima sila dalam Pancasila.

"Atas dasar itu maka Bawaslu Temanggung mengajak kerja sama dengan sekolah-sekolah setingkat SMA, di mana banyak pelajar yang pada tanggal 17 April 2019 nanti sudah mempunyai hak pilih, mereka ini pemilih melenial," ujar Amin yang juga merupakan Kordiv SDM dan Organisasi Bawaslu Temanggung ini. (*)

Penulis: yayan isro roziki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved