Adanya Paket Pemakaman, Pengrajin Bongpay Papan Nisan Tionghoa Mulai Berkurang

Pengrajin Bong Pay Papan Nisan Tionghoa kini mulai berkurang akan adanya sistem paket dalam pemakaman di area perkotaan

Adanya Paket Pemakaman, Pengrajin Bongpay Papan Nisan Tionghoa Mulai Berkurang
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
seorang pengrajin Bong Pay sedang membuat bongpay di tokonya yang berada di Kawasan Pecinan 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Eka Yulianti Fajlin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pengrajin Bong Pay atau papan nisan dalam pemakaman tradisional Tionghoa kini mulai berkurang akan adanya sistem paket dalam pemakaman di area perkotaan yang telah beberapa tahun ini berjalan.

Seorang pengrajin Bong Pay, Tan Hay Ping mengatakan, usaha pahat batu bong pay dan prasasti yang diturunkan oleh keluarganya kini mulai sepi pemesan. Pasalnya, ada sistem pemakaman yang dikemas dengan pembangunan Bong Pay. Selain itu, lahan pekuburan cina di wilayah perkotaan juga mulai berkurang.

"Pemesan berkurang karena tanah di kota menipis, mungkin berbeda kalau di daerah," ungkapnya saat ditemui di tempat kerajinan miliknya di Kawasan Pecinan, Rabu (23/1/2019).

Penurunan penjualan ini, lanjutnya, sudah terjadi sekitar 7 hingga 8 tahun lalu. Tentunya, hal ini membuatnya harus mempertahankan bisnisnya dengan membuat kerajinan yang lain. Adapun bisnis ini sudah berjalan sejak 1911 dan Tan menjadi generasi kelima dari usaha keluarganya.

"Agar bisnis ini tetap berjalan, saya juga buat cobe kursi, dan kerajinan lainnya dari batu," ucap Tan

Dia pun tidak mengkhawatrikan tokonya yang dinamai Hok Tjoan Hoo itu akan diturunkan kepada siapa. Dia tidak memaksa anak-anaknya untuk meneruskan profesinya sebagai pengrajin Bong Pay.

"Manjadi pengrajin Bong Pay maupun penerus usaha keluarga itu panggilan hati, saya tidak bisa memaksa anak-anak. Kalau bukan panggilan hati nanti tidak akan jalan usahanya," tuturnya.

Tan mengatakan, dahulu ada beberapa pengrajin Bong Pay di wilayahnya. Namun, kini pengrajin Bong Pay di Kota Semarang sudah semakin berkurang. Bahkan, saat ini hanya dia serta dia karyawan yang dia pekerjakan yang masih bertahan.

"Dulu ada 5 di gambiran sekarang tinggal 1, kalau yang batu, tapi kalau granit di semarang banyak," katanya. (eyf)

Capt: seorang pengrajin Bong Pay sedang membuat bongpay di tokonya yang berada di Kawasan Pecinan

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved